Diangkat dari Laut, Ekor Pesawat AirAsia Seberat 5 Ton
Minggu, 11 Januari 2015 - 19:43 WIB
Diangkat dari Laut, Ekor Pesawat AirAsia Seberat 5 Ton
A
A
A
KALIMANTAN - Ekor pesawat AirAsia QZ8501 yang dibawa Kapal Crest Onyx telah menepi tepat di samping Kapal Arcturus di Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah.
Beberapa barang milik tim penyelam sedang dipindahkan ke dalam truk Basarnas. Namun hingga kini ekor pesawat tersebut belum bisa untuk dipindahkan ke dalam gudang.
Crane yang berada di kapal Arcturus akan mengangkat ekor pesawat nahas itu ke dalam gudang pelabuhan. "Ekor pesawat diangkat dengan crane kapal ini," ujar Manajer Pelindo Kumai Aris Sudarsono di Pelabuhan Utar Kumai, Minggu (11/1/2015).
Pantauan Sindonews, sebuah truk pengangkut kontaniner telah disiapkan untuk membawa ekor pesawat ke dalam gudang yang berada tepat di samping dermaga yang jaraknya hanya berkisar 10 meter.
Namun, yang perlu diketahui, berat dari ekor pesawat itu sekira empat sampai lima ton. Tentu bukan pekerjaan mudah untuk dapat mengangkat ekor dan memindahkannya ke gudang.
"Mudah-mudahan cranenya kuat, kalau enggak kuat nanti kita pakai crane kapal kargo yang kapasitasnya lebih besar. Kita coba dulu," kata Aris.
Jajaran Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun telah bersiaga di lokasi. Mereka meminta agar proses pemindahan dilakukan dengan tepat, karena keadaan ekor sudah tidak utuh. Sehingga, kemungkinan ada pecahan yang tercecer.
"Karenanya, terpal berwarna cokelat juga disiapkan melapisi bagian bawah bak truk," pungkasnya.
Beberapa barang milik tim penyelam sedang dipindahkan ke dalam truk Basarnas. Namun hingga kini ekor pesawat tersebut belum bisa untuk dipindahkan ke dalam gudang.
Crane yang berada di kapal Arcturus akan mengangkat ekor pesawat nahas itu ke dalam gudang pelabuhan. "Ekor pesawat diangkat dengan crane kapal ini," ujar Manajer Pelindo Kumai Aris Sudarsono di Pelabuhan Utar Kumai, Minggu (11/1/2015).
Pantauan Sindonews, sebuah truk pengangkut kontaniner telah disiapkan untuk membawa ekor pesawat ke dalam gudang yang berada tepat di samping dermaga yang jaraknya hanya berkisar 10 meter.
Namun, yang perlu diketahui, berat dari ekor pesawat itu sekira empat sampai lima ton. Tentu bukan pekerjaan mudah untuk dapat mengangkat ekor dan memindahkannya ke gudang.
"Mudah-mudahan cranenya kuat, kalau enggak kuat nanti kita pakai crane kapal kargo yang kapasitasnya lebih besar. Kita coba dulu," kata Aris.
Jajaran Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun telah bersiaga di lokasi. Mereka meminta agar proses pemindahan dilakukan dengan tepat, karena keadaan ekor sudah tidak utuh. Sehingga, kemungkinan ada pecahan yang tercecer.
"Karenanya, terpal berwarna cokelat juga disiapkan melapisi bagian bawah bak truk," pungkasnya.
(san)