Wanita yang Diduga Diperkosa Petugas Hendak Kerja di Karaoke
Rabu, 07 Januari 2015 - 05:15 WIB
Wanita yang Diduga Diperkosa Petugas Hendak Kerja di Karaoke
A
A
A
TANGERANG - Masih ingat dengan SY alias ZZ (26) wanita asal Tiongkok yang diduga diperkosa petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu. Belakangan diketahui SY datang ke Indonesia karena dijanjikan bekerja di tempat karaoke dengan gaji selangit.
Terungkapnya tujuan SY ke negeri ini berdasarkan keterangan saksi yakni, Leni. Untuk diketahui Leni merupakan penterjemah bahasa China yang memang selalu berada di Bandara Soetta.
Leni menuturkan, SY datang ke Indonesia lantaran dijanjikan seseorang akan mendapat pekerjaan dengan upah selangit.
SY datang bersama temannya dan dijemput oleh seorang wanita di bandara. Setelah itu mereka bertiga pergi ke salah satu hotel di Jakarta.
"SY ini ditawari kerja di tempat karaoke. Tapi sayangnya si SY ini ditelantarkan begitu saja ketika berada di hotel oleh si penjemputnya itu," kata Leni kepada wartawan, Selasa (6/1/2015).
Merasa tertipu, lanjut Leni, SY mendatangi Kedubes Tiongkok untuk meminta perlindungan. Namun, menurut Leni, pengakuan SY ada oknum di Kedubes meminta uang kepada SY sebesar 120 Yuan.
“Kalau kata SY, mereka (petugas Kedubes) juga menahan paspor SY," ujarnya.
Entah bagaimana, SY juga mengaku uangnya sebesar 5.000 Yuan yang disimpan dalam tas hilang saat berada di Kedubes. SY pun langsung pergi keluar dari Kedubes dengan meminta pertolongan kepada seorang turis untuk pergi menuju Bandara Soetta dengan taksi.
"Sesampainya di Terminal 2D, SY bertemu dengan dua orang petugas Avsec langsung ditanya mau melakukan perjalanan kemana. Karena tidak mengerti apa yang dibicarakan SY. Akhirnya kedua petugas tersebut mengajak ke sebuah hotel di kawasan Bandara Soetta untuk beristirahat," paparnya.
Sampai di hotel itu SY mengaku diperkosa di sana. Selanjutnya, pada pagi hari SY berjalan kaki ke Terminal 1B.
Di sana dia menjual HP kepada seorang penumpang dengan harga Rp400.000, karena sudah tidak mempuyai uang.
Tak lama kemudian, SY ditanya petugas polisi. Tapi karena tidak juga mengerti bahasa SY, petugas akhirnya meminta pertolongan Leni untuk mengartikan apa yang sedang dibicarakan wanita malam itu.
Saat itu SY hanya menggunakan kertas bertuliskan huruf China yang artinya, tolong saya, antar saya ke Kedubes. Dalam tulisan itu juga disertai dengan nomor telepon.
SY mengaku hanya mempuyai tiket pulang yang disimpannya di dalam tas tanpa mempuyai paspor dan visa yang sudah di tahan oleh pihak Kedubes.
Setelah polisi memanggil pihak Kedubes. Pihak Kadubes malah mengatakan bahwa SY tidak waras.
Pihak Kedubes malah memutuskan untuk memulangkan SY ke negara asalnya.
"Saat di mobil orang Kadubes bilang kalau korban adalah orang gila, sehingga harus dibawa ke rumah sakit jiwa selama satu sampai dua malam," jelasnya.
Terungkapnya tujuan SY ke negeri ini berdasarkan keterangan saksi yakni, Leni. Untuk diketahui Leni merupakan penterjemah bahasa China yang memang selalu berada di Bandara Soetta.
Leni menuturkan, SY datang ke Indonesia lantaran dijanjikan seseorang akan mendapat pekerjaan dengan upah selangit.
SY datang bersama temannya dan dijemput oleh seorang wanita di bandara. Setelah itu mereka bertiga pergi ke salah satu hotel di Jakarta.
"SY ini ditawari kerja di tempat karaoke. Tapi sayangnya si SY ini ditelantarkan begitu saja ketika berada di hotel oleh si penjemputnya itu," kata Leni kepada wartawan, Selasa (6/1/2015).
Merasa tertipu, lanjut Leni, SY mendatangi Kedubes Tiongkok untuk meminta perlindungan. Namun, menurut Leni, pengakuan SY ada oknum di Kedubes meminta uang kepada SY sebesar 120 Yuan.
“Kalau kata SY, mereka (petugas Kedubes) juga menahan paspor SY," ujarnya.
Entah bagaimana, SY juga mengaku uangnya sebesar 5.000 Yuan yang disimpan dalam tas hilang saat berada di Kedubes. SY pun langsung pergi keluar dari Kedubes dengan meminta pertolongan kepada seorang turis untuk pergi menuju Bandara Soetta dengan taksi.
"Sesampainya di Terminal 2D, SY bertemu dengan dua orang petugas Avsec langsung ditanya mau melakukan perjalanan kemana. Karena tidak mengerti apa yang dibicarakan SY. Akhirnya kedua petugas tersebut mengajak ke sebuah hotel di kawasan Bandara Soetta untuk beristirahat," paparnya.
Sampai di hotel itu SY mengaku diperkosa di sana. Selanjutnya, pada pagi hari SY berjalan kaki ke Terminal 1B.
Di sana dia menjual HP kepada seorang penumpang dengan harga Rp400.000, karena sudah tidak mempuyai uang.
Tak lama kemudian, SY ditanya petugas polisi. Tapi karena tidak juga mengerti bahasa SY, petugas akhirnya meminta pertolongan Leni untuk mengartikan apa yang sedang dibicarakan wanita malam itu.
Saat itu SY hanya menggunakan kertas bertuliskan huruf China yang artinya, tolong saya, antar saya ke Kedubes. Dalam tulisan itu juga disertai dengan nomor telepon.
SY mengaku hanya mempuyai tiket pulang yang disimpannya di dalam tas tanpa mempuyai paspor dan visa yang sudah di tahan oleh pihak Kedubes.
Setelah polisi memanggil pihak Kedubes. Pihak Kadubes malah mengatakan bahwa SY tidak waras.
Pihak Kedubes malah memutuskan untuk memulangkan SY ke negara asalnya.
"Saat di mobil orang Kadubes bilang kalau korban adalah orang gila, sehingga harus dibawa ke rumah sakit jiwa selama satu sampai dua malam," jelasnya.
(whb)