Kemenhub Jangan Mencari Permasalahan Baru

Rabu, 07 Januari 2015 - 01:44 WIB
Kemenhub Jangan Mencari...
Kemenhub Jangan Mencari Permasalahan Baru
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diminta untuk tidak memperkeruh keadaan terkait kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501.

Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kemenhub seharusnya mempunyai empati atas tragedi AirAsia QZ8501. Bukannya memperkeruh keadaan dengan mencari permasalahan baru.

"Harusnya Kemenhub fokus melakukan perbantuan pencarian black box dan evakuasi," kata Yudi Widianan kepada wartawan, Selasa 6 Januari kemarin.

Terkait pembekuan izin AirAsia, Yudi menilai maskapai penerbangan tidak dalam posisi salah. Kemenhub harusnya juga obyektif membekukan suatu rute penerbangan.

"Saat ini libur Natal dan Tahun Baru banyak extra flight yang sudah direncanakan maskapai dan ini dimanfaatkan benar oleh maskapai," ujarnya.

Yudi menuturkan, berdasar data pihaknya mendapati ada 308 extra flight dan hal ini menjadikan celah adanya dugaan permainan yang dilakukan oleh oknum di Kemenhub. Di mana tanggung jawab ada di otoritas bandara dan Ditjen Perhubungan Udara.

"Kalau itu extra fligt, izin harus segera diterbitkan. Kalau tidak masyarakat bisa marah-marah di bandara bukan malah menghambat atau memperlambat," tuturnya.

Yudi juga mengatakan, wajar saja bila Kemenhub juga mengakui adanya permainan izin yang dilakukan maskapai lain. Karena praktik seperti ini sudah menjadi kebiasaan di regulator penerbangan Indonesia.

Oleh karena itu, teguran keras DPR yakni Kemenhub harus empati kepada maskapai dan masyarakat. Hal ini semua terjadi karena semrawutnya formulasi pengaturan penerbangan dari kemenhub.

Yudi juga meyakini, penerbangan AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura ini terbang dalam keadaan berizin dan ada slot.

Sebab, proses perizinan itu sudah berjalan, mungkin karena lambat turunnya izin atau juga menundanya yang menjadi modus mafia perizinan di Kemenhub.

"Kalau hanya AirAsia saja yang dibekukan, saya rasa ini tidak adil. Saya yakin mereka (AirAsia) jalankan tapi lambat di pihak Kemenhub," sergahnya.

Yudi meminta, Kemenhub mencari solusi bukan permasalahan baru di kala sedang ada musibah ini. "Kalau seperti ini masyarakat lagi yang dirugikan," demikian Yudi.
(whb)
Berita Terkait
Indonesia Air Transport...
Indonesia Air Transport Tegaskan Kru Pesawat ATR yang Hilang Berjumlah 7 Orang
Ini Pesan Terakhir Ferry...
Ini Pesan Terakhir Ferry ke Istrinya sebelum Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros
Gunakan Google Maps,...
Gunakan Google Maps, Ahli Inggris Klaim Deteksi Jejak Pesawat Nahas MH370 di Hutan Kamboja
BREAKING NEWS-Bawa 28...
BREAKING NEWS-Bawa 28 Orang, Pesawat An-26 Rusia Hilang di Kamchatka
Pesawat An-26 Rusia...
Pesawat An-26 Rusia Pembawa 28 Orang Jatuh ke Laut
Puing-puing Pesawat...
Puing-puing Pesawat An-26 Ditemukan, Seluruh Penumpang Dikhawatirkan Tewas
Berita Terkini
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
12 menit yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
2 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
9 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
9 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
9 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved