Ratusan Kera Rusak Puluhan Hektare Tanaman Jagung

Rabu, 07 Januari 2015 - 02:17 WIB
Ratusan Kera Rusak Puluhan...
Ratusan Kera Rusak Puluhan Hektare Tanaman Jagung
A A A
KUDUS - Ratusan kera ekor panjang yang menghuni hutan di kawasan Gunung Muria turun ke lereng Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ratusan kera tersebut merusak puluhan hektare tanaman jagung milik petani setempat.

Perangkat Desa Rahtawu, Suratno, mengatakan jumlah kera di Pegunungan Muria sebenarnya berjumlah ribuan. Namun yang turun dan menyerbu ladang jagung milik petani hanya ratusan ekor.

Menurut Suratno, kebiasaan “buruk” kera menyerbu ladang milik petani sudah berlangsung lama. Ladang tanaman jagung yang diserang biasanya jauh dari rumah warga. Dan rata-rata, serangan kera itu berlangsung antara November hingga Desember.

“Petani tidak bisa berbuat banyak. Karena serangan kera itu tak tentu waktunya. Kadang bisa pagi, siang atau bahkan malam hari,” kata Suratno Selasa (6/1/2015).

Saat ini masih ada sebagian tanaman jagung yang belum dipanen, sehingga masih banyak kera yang berkeliaran. Terkadang, kera- kera itu berkeliaran hingga jalan- jalan desa. Namun saat melihat manusia, kera itu langsung lari kembali ke hutan. Tapi saat kondisinya sepi mereka menyerang lagi,” jelasnya.

Beberapa tahun lalu, pernah dilakukan upaya perburuan kera- kera itu. Namun upaya itu tak berlangsung lama. Sebab ada cerita turun temurun terkait keberadaan kera itu. Warga khawatir terjadi sesuatu dengan mereka jika mengusik keberadaan kera Gunung Muria.

Kera itu akhirnya tidak dibunuh tapi hanya diusir jika menyerang ladang jagung. “Akhirnya populasi kera pun terus bertambah tiap tahunnya,” ucap Suratno.

Karena tak ingin terus menerus merugi akibat serangan kera, warga pun mulai memutar otak. Mereka tak lagi hanya menanam jagung namun juga membudidayakan pohon lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti kopi, kemiri, sengon maupun pohon karet. “Jagung tetap, tapi luasannya berkurang,” paparnya.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Budi Santoso mengatakan, total lahan jagung di Desa Rahtawu sekitar 100 hektare. Luasan lahan jagung yang rusak akibat serangan kera berkisar antara 10% - 20% dari total luasan lahan.

“Sebenarnya yang diserang bukan hanya jagung saja. Tapi juga tanaman palawija lainnya, namun jumlahnya relatih lebih kecil. Paling besar memang jagung itu,” tandasnya.
(lis)
Berita Terkait
Fenomena Alam Unik di...
Fenomena Alam Unik di Dunia
Danau Hantu Pagi Hari...
Danau Hantu Pagi Hari Airnya Luber, Beberapa Jam Kemudian Mengering
Deretan Fenomena Alam...
Deretan Fenomena Alam yang Berbahaya
8 Fenomena Astronomi...
8 Fenomena Astronomi yang Terjadi di Pekan Pertama November 2021
Air Sungai Berbusa di...
Air Sungai Berbusa di Gowa Bikin Warga Heboh
Heboh! Perairan Pantai...
Heboh! Perairan Pantai Baron Berubah Jadi Dua Warna
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
2 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
2 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
2 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
4 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
6 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
7 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved