Gaji Rendah, Ratusan Bidan Honorer Protes

Rabu, 07 Januari 2015 - 00:29 WIB
Gaji Rendah, Ratusan...
Gaji Rendah, Ratusan Bidan Honorer Protes
A A A
SUBANG - Ratusan bidan honorer dari Kabupaten Subang dan Sumedang yang tergabung dalam Forum Bidan PTT (Pegawai Tidak Tetap) mengeluh ingin diangkat menjadi bidan PNS (Pegawai Negeri Sipil).
Pasalnya, dengan gaji hanya Rp1,7 juta per bulan, mereka mengaku kehidupannya jauh dari sejahtera.

"Insentif kami di bawah UMK (upah minimum kabupaten). Bayangkan, malah lebih sejahtera buruh dibandingkan kami," ujar Ketua Forum Bidan PTT Kabupaten Subang, Omah Salamah, kepada sindonews.com usai bertemu dengan Anggota Komisi IX DPR RI Rieke Dyah Pitaloka dan Bupati Subang Ojang Sohandi, Selasa (6/1/20150.

Atas kondisi minimnya kesejahteraan tersebut, kata dia, jumlah bidan PTT di Subang yang mencapai 124 orang, mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengangkat status kepegawaian mereka menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebab, sesuai ketentuan, bidan PTT dengan masa kerja maksimal sembilan tahun dan minimal empat tahun, harus diangkat menjadi PNS. Karena itu, pihaknya berharap Bupati Ojang Sohandi secepatnya menyetujui usulan pengangkatan mereka menjadi PNS.

Bupati Subang, Ojang Sohandi, memastikan bakal segera menandatangani rekomendasi usulan pengangkatan bidan PTT menjadi PNS melalui jalur khusus.

"Hari ini pun, usulannya akan saya tandatangani, kalau perlu pengangkatannya lewat jalur super khusus. Saya minta kepala dinas secepatnya mendata para bidan PTT ini, dan mengirim datanya untuk saya tandatangani," tegas Ojang, seraya mengaku dirinya bisa merasakan pahitnya perjuangan para bidan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Dyah Pitaloka, menambahkan, saat ini jumlah bidan PTT se-Indonesia mencapai 42.135 orang, dimana SK pengangkatannya langsung dari Kemenkes RI. Puluhan ribu bidan tersebut, juga menuntut diangkat menjadi PNS.

"Kami siap memperjuangkan nasib mereka, karena perannya sangat vital dalam melayani kesehatan masyarakat, terutama dalam mengurangi angka kematian ibu yang sekarang ini jumlahnya masih tinggi," pungkas politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu.
(lis)
Berita Terkait
SMC RS Telogorejo Semarang...
SMC RS Telogorejo Semarang Luncurkan 3 Inovasi Pelayanan Kesehatan
Kehadiran dan Ketersediaan...
Kehadiran dan Ketersediaan Layanan Kesehatan Dinilai Penting
Jabat Ketua PW IAMARSI,...
Jabat Ketua PW IAMARSI, Willi Putra Siap Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Momentum Benahi Pelayanan...
Momentum Benahi Pelayanan Kesehatan
Beroperasi, Klinik Nuhrintama...
Beroperasi, Klinik Nuhrintama Diharap Tunjang Pelayanan Kesehatan di Gowa
Mudahkan Pengguna, SehatQ...
Mudahkan Pengguna, SehatQ Layani Pemesanan Obat Secara Online
Berita Terkini
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
54 menit yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
3 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
5 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
6 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
8 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
8 jam yang lalu
Infografis
Besaran Gaji dan Tunjangan...
Besaran Gaji dan Tunjangan Hakim Sebelum Dinaikkan Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved