Kasatpol PP Bogor Akui Surat 'Pungli' Natal & Tahun Baru
Senin, 05 Januari 2015 - 13:31 WIB
Kasatpol PP Bogor Akui Surat 'Pungli' Natal & Tahun Baru
A
A
A
BOGOR - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bogor TB Luthfie Syam mengakui, surat permohonan dana partisipasi untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru berasal dari instansinya. Meski demikian, surat tersebut dibuat tanpa sepengetahuan dirinya.
"Iya saya sudah dapat surat tersebut ternyata benar. Tapi itu bukan dari Satpol PP Kabupaten Bogor. Surat itu dikeluarkan Unit Pol PP Kecamatan Megamendung dan Cisarua (Puncak)," kata Luthfie kepada wartawan di Bogor, Senin (5/1/2015).
Kata Luthfie, pihaknya sudah mengetahui oknum pejabat yang menyebarkan surat permohonan bantuan dana itu ke sejumlah pengusaha hotel, dan tempat hiburan malam (THM).
"Karena saya sudah lihat bukti suratnya, jadi tidak perlu menggunakan oknum Pol PP, langsung sebut nama saja. Sudah jelas siapa orang Pol PP yang menandatangani surat tersebut," pungkasnya.
Dia memaparkan, untuk surat yang disebar ke pengusaha, dan tempat hiburan di Puncak, khususnya kawasan Kecamatan Megamendung.
"Untuk Megamendung memang kop surat dan stempel serta tanda tangannya itu Pol PP Kecamatan, sedangkan Cisarua, kop surat dan stempelnya dari Kecamatan," bebernya.
Saat ditanya sanksi yang akan diberikan terhadap Kepala Unit Pol PP Kecamatan Megamendung dan Cisarua, karena mencoreng nama baik korps penegak Perda di Kabupaten Bogor, Luthfie akan melakukan evaluasi terlebih dahulu.
"Kami belum bisa memberikan sanksi. Kami akan kaji dan evaluasi terlebih dahulu kesalahan (pelanggarannya)," katanya.
Dengan modus untuk partisipasi pengamanan malam Tahun Baru, Satpol PP Kabupaten Bogor melakukan pungutan liar (pungli) terhadap sejumlah pengusaha tempat hiburan malam (THM).
Berdasarkan penelusuran, hampir semua THM yang ada di Jalan Raya Bogor-Jakarta, Parung dan Jalan Raya Puncak menerima surat permohonan partisipasi pengamanan itu.
Bahkan rata-rata para pengusaha THM tidak berani menolak atau menggubris surat tersebut, mereka umumnya memberikan Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Jika dikalikan dengan jumlah THM di Kabupaten Bogor yang mencapai lebih dari 20, ditambah pengusaha restoran serta hotel lainnya, jumlahnya cukup fantastis.
"Iya saya sudah dapat surat tersebut ternyata benar. Tapi itu bukan dari Satpol PP Kabupaten Bogor. Surat itu dikeluarkan Unit Pol PP Kecamatan Megamendung dan Cisarua (Puncak)," kata Luthfie kepada wartawan di Bogor, Senin (5/1/2015).
Kata Luthfie, pihaknya sudah mengetahui oknum pejabat yang menyebarkan surat permohonan bantuan dana itu ke sejumlah pengusaha hotel, dan tempat hiburan malam (THM).
"Karena saya sudah lihat bukti suratnya, jadi tidak perlu menggunakan oknum Pol PP, langsung sebut nama saja. Sudah jelas siapa orang Pol PP yang menandatangani surat tersebut," pungkasnya.
Dia memaparkan, untuk surat yang disebar ke pengusaha, dan tempat hiburan di Puncak, khususnya kawasan Kecamatan Megamendung.
"Untuk Megamendung memang kop surat dan stempel serta tanda tangannya itu Pol PP Kecamatan, sedangkan Cisarua, kop surat dan stempelnya dari Kecamatan," bebernya.
Saat ditanya sanksi yang akan diberikan terhadap Kepala Unit Pol PP Kecamatan Megamendung dan Cisarua, karena mencoreng nama baik korps penegak Perda di Kabupaten Bogor, Luthfie akan melakukan evaluasi terlebih dahulu.
"Kami belum bisa memberikan sanksi. Kami akan kaji dan evaluasi terlebih dahulu kesalahan (pelanggarannya)," katanya.
Dengan modus untuk partisipasi pengamanan malam Tahun Baru, Satpol PP Kabupaten Bogor melakukan pungutan liar (pungli) terhadap sejumlah pengusaha tempat hiburan malam (THM).
Berdasarkan penelusuran, hampir semua THM yang ada di Jalan Raya Bogor-Jakarta, Parung dan Jalan Raya Puncak menerima surat permohonan partisipasi pengamanan itu.
Bahkan rata-rata para pengusaha THM tidak berani menolak atau menggubris surat tersebut, mereka umumnya memberikan Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Jika dikalikan dengan jumlah THM di Kabupaten Bogor yang mencapai lebih dari 20, ditambah pengusaha restoran serta hotel lainnya, jumlahnya cukup fantastis.
(mhd)