Pesawat dan Penyelam Rusia Bantu Cari Korban AirAsia

Sabtu, 03 Januari 2015 - 12:13 WIB
Pesawat dan Penyelam...
Pesawat dan Penyelam Rusia Bantu Cari Korban AirAsia
A A A
JAKARTA - Di hari ketujuh pencarian korban pesawat AirAsia QZ8501 ini, satu tim dari Rusia turut membantu proses evakuasi.

Menurut Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo, tim dari Rusia membawa pesawat Jet Amfibi Beriev BE-200, dan pesawat transportasi Ilyushin II-76. Jet Amfibi BE-200 ini merupakan pesawat yang berfungsi sebagai pemadam kebakaran dari udara dan berkemampuan melakukan observasi di atas permukaan laut.

Sementara itu, lanjut Soelistyo, pesawat Ilyushin hanya akan digunakan untuk transportasi.
"Hari ini kita mendapatkan tambahan dua pesawat dari Rusia," kata Soelistyo di Kantor Basarnas, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/1/2015).

Kedua pesawat ini selanjutnya akan bertugas untuk mengobservasi objek mengapung yang mungkin keluar dari area utama pencarian akibat arus laut yang kencang dalam beberapa hari terakhir.

"Tim dari Rusia akan diberangkatkan ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Saya sudah lakukan koordinasi untuk mereka bergerak," kata dia.

Selain mengerahkan dua pesawat, Tim Emercom yang merupakan Badan Kemanusiaan Rusia juga mengerahkan 40 hingga 50 penyelam untuk membantu mengevakuasi korban pesawat AirAsia. Penyelam Rusia ini akan bergabung dengan penyelam Indonesia untuk bersama-sama mencari korban AirAsia.

Satu tim penyelam itu, papar Soelistyo, dilengkapi dengan alat canggih untuk mencari black box yaitu valcom. Alat tersebut merupakan alat selam berteknologi canggih untuk mencari benda-benda yang ada di dasar laut.

"Ada satu tim dari Rusia dengan 40 penyelam. Belum pasti (jumlahnya) 40 penyelam atau 50 penyelam bersama satu sistem Unmanned Submersibles," kata Soelistyo.

"Mereka turun dari Pangkalan Bun. Menurunkan penyelam, kita siapkan menuju pantai. Saya siapkan satu kapal khusus dan saya akan dorong ke mission area prioritas. Penyelam kita ada di KRI Banda Aceh, mereka menuju titik di mana benda ditemukan, kita keroyokan di bawah laut. Mudah-mudahan membuahkan hasil. Titik berat kita adalah mencari dan mengevakuasi korban."
(zik)
Berita Terkait
Indonesia Air Transport...
Indonesia Air Transport Tegaskan Kru Pesawat ATR yang Hilang Berjumlah 7 Orang
Ini Pesan Terakhir Ferry...
Ini Pesan Terakhir Ferry ke Istrinya sebelum Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros
Gunakan Google Maps,...
Gunakan Google Maps, Ahli Inggris Klaim Deteksi Jejak Pesawat Nahas MH370 di Hutan Kamboja
BREAKING NEWS-Bawa 28...
BREAKING NEWS-Bawa 28 Orang, Pesawat An-26 Rusia Hilang di Kamchatka
Pesawat An-26 Rusia...
Pesawat An-26 Rusia Pembawa 28 Orang Jatuh ke Laut
Puing-puing Pesawat...
Puing-puing Pesawat An-26 Ditemukan, Seluruh Penumpang Dikhawatirkan Tewas
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
6 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
8 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
8 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
9 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
11 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
11 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved