Belum 1 Jam Diresmikan, Ahok Meradang Lihat Kantor BPTSP
Jum'at, 02 Januari 2015 - 18:39 WIB
Belum 1 Jam Diresmikan, Ahok Meradang Lihat Kantor BPTSP
A
A
A
JAKARTA - Baru saja beberapa menit meresmikan Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meluapkan kemarahannya terkait keberadaan Kantor BPTSP.
Ahok melampiaskan kemarahannya lantaran kesal Kantor BPTSP tersebut berada di Lantai 18 Blok H Gedung Pemprov DKI Jakarta.
"Ini enggak perlu ada Kantor BPTSP di Balai Kota. Untuk apa datang ke sini kalau kantornya di lantai 18, bikin orang pusing saja," ujar Ahok dengan nada tinggi kepada Kepala BPTSP DKI Nur Syamsu yang mendampinginya, Jumat (2/1/2015).
Ahok menuturkan, letak kantor yang berada di lantai 18 tentunya akan mempersulit warga yang hendak mengurus perizinan.
"Sebaiknya PTSP itu kantornya di setiap kelurahan. Kenapa tidak semua urusan digabung di PTSP kelurahan?. Kalau nanti saya bertanya di PTSP kelurahan tentang urusan ini-itu ternyata jawabannya harus urus BPTSP di sini, saya pecat Pak Noor. Berarti PTSP kita gagal, buat apa kantor begitu mewah," tuturnya.
Menurut Ahok, Kantor BPTSP ini memang sudah sejak awal salah. Namun, Ahok mengaku saat itu merasa sudah cukup sabar untuk menurutinya.
"Untuk apa kantor PTSP di lantai 18? Bikin pusing, masyarakat biasa pasti enggak ngerti, siapa yang tahu kantor BPTSP di sini?. Saya dari awal sudah tahu pembangunan kantor ini salah, tapi saya sabar, dianggarkan saja. Ternyata begini, nanti pegawainya harus melaporkan kerja untuk dapat TKD (tunjangan kinerja daerah), kalau nanti sepi dan tidak ada kerjaan, gimana mau dapat TKD," tanya Ahok.
Ahok melampiaskan kemarahannya lantaran kesal Kantor BPTSP tersebut berada di Lantai 18 Blok H Gedung Pemprov DKI Jakarta.
"Ini enggak perlu ada Kantor BPTSP di Balai Kota. Untuk apa datang ke sini kalau kantornya di lantai 18, bikin orang pusing saja," ujar Ahok dengan nada tinggi kepada Kepala BPTSP DKI Nur Syamsu yang mendampinginya, Jumat (2/1/2015).
Ahok menuturkan, letak kantor yang berada di lantai 18 tentunya akan mempersulit warga yang hendak mengurus perizinan.
"Sebaiknya PTSP itu kantornya di setiap kelurahan. Kenapa tidak semua urusan digabung di PTSP kelurahan?. Kalau nanti saya bertanya di PTSP kelurahan tentang urusan ini-itu ternyata jawabannya harus urus BPTSP di sini, saya pecat Pak Noor. Berarti PTSP kita gagal, buat apa kantor begitu mewah," tuturnya.
Menurut Ahok, Kantor BPTSP ini memang sudah sejak awal salah. Namun, Ahok mengaku saat itu merasa sudah cukup sabar untuk menurutinya.
"Untuk apa kantor PTSP di lantai 18? Bikin pusing, masyarakat biasa pasti enggak ngerti, siapa yang tahu kantor BPTSP di sini?. Saya dari awal sudah tahu pembangunan kantor ini salah, tapi saya sabar, dianggarkan saja. Ternyata begini, nanti pegawainya harus melaporkan kerja untuk dapat TKD (tunjangan kinerja daerah), kalau nanti sepi dan tidak ada kerjaan, gimana mau dapat TKD," tanya Ahok.
(whb)