Yakini Pramugari dan Anak Masih Hidup

Kamis, 01 Januari 2015 - 12:07 WIB
Yakini Pramugari dan...
Yakini Pramugari dan Anak Masih Hidup
A A A
Dari sekian banyak korban pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di perairan Kalimantan, seorang di antaranya adalah warga Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Korban yang juga seorang pramugari ini bernama Wanti Setiawati, 30, warga Kampung Lembur Tengah, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Mengetahui Wanti menjadi salah seorang yang berada di pesawat nahas tersebut, pihak keluarga kaget. Kesedihan dan ketidakpastian seputar kabar Wanti pun berkecamuk di hati keluarga dan kerabat.

”Kami sekeluarga sangat syok mendengar informasi itu,” kata Iwan Darmawan, kakak ipar Wanti, saat ditemui di rumahnya kemarin. Di tengah kecemasan menunggu hasil evakuasi, kini pihak keluarga terus memantau perkembangan upaya pencarian para korban melalui media massa. Harapan keluarga, Wanti mendapat mukjizat atau masih hidup. ”Kami terus menunggu kabar soal hasil evakuasi para korban,” ungkapnya.

Demi memperlancar upaya pencarian, keluarga Wanti pun menggelar pengajian. Harapannya, doa-doa yang dipanjatkan bisa ikut memudahkan proses evakuasi. Dalam sehari, keluarga Wanti menggelar pengajian sebanyak dua kali. Pengajian rutin digelar seusai salat zuhur dan magrib.

Di Surabaya, ayah kandung Bhima Aly Wicaksana, 31, salah satu korban pesawat AirAsia, juga berharap ada keajaiban anaknya masih hidup. ”Meski adanya kabar enam jenazah telah ditemukan tapi masih banyak lainnya yang belum ditemukan. Saya berharap di antara yang belum ditemukan itu ada yang hidup, khususnya anak saya,” kata Dwi Janto, ayah Bhima, saat ditemui di kediamannya Jalan Pusang Sewu 45, Surabaya.

Sejak dikabarkan AirAsia hilang kontak, Dwi Janto bersama istri dan kerabatnya yang saat itu berada di Jember langsung ke Surabaya. Dia mendatangi Crisis Center Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya untuk meminta keterangan lebih lanjut. ”Selama tiga hari ini saya mondar-mandir dari rumah di Pucang Sewu ke Juanda,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya terus memantau lewat pemberitaan di televisi dan koran. ”Saya senang sudah ada titik terang, kalau puingpuing pesawat telah ditemukan kemarin. Saya berharap Tim SAR Nasional segera menemukan korban yang lain,” katanya. Menurut dia, sebelum anaknya pamit ke Singapura untuk berlibur, pihaknya sempat melarang. ”Saya sudah larang, mending uangnya buat ibadah umrah. Tapi Bhima bilang nggak perlu umrah, langsung haji saja,” katanya.

Dia mengatakan, Bhima yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara ke Singapura bersama tiga teman seprofesi, yakni sebagai pengusaha properti. ”Tapi tiga temannya sama keluarganya. Kalau anak saya belum menikah,” katanya.

Sementara, ibu kandung korban, Sri Budi Siswardani, 60, mengatakan sebelum anaknya ke Singapura sempat berpesan tidak telepon sebelum sampai tujuan. Meski belum ada kejelasan, lanjut Sri, pihaknya ikhlas dan pasrah jika Tuhan memberikan takdir lain, yakni jika anaknya meninggal dalam kejadian itu. ”Saya hanya bisa pasrah,” ujarnya.

Dwi Janto mengatakan sempat mendapatkan tawaran untuk mendatangi Pangkalan Bun tempat para jenazah dievakuasi. Namun, dia memilih menunggu kabar kerabatnya yang dipastikan menjadi korban jatuhnya AirAsia di Bandara Juanda. ”Buat apa saya ikut ke sana. Tidak ada manfaatnya. Mending saya tunggu di sini,” katanya.

Lukman Hakim/Okezone
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
52 menit yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
2 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
3 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
3 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
4 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved