Harga Elpiji Rp22.000/Tabung

Kamis, 01 Januari 2015 - 12:07 WIB
Harga Elpiji Rp22.000/Tabung
Harga Elpiji Rp22.000/Tabung
A A A
PURWAKARTA - Harga elpiji 3 kg melonjak naik di Kabupaten Purwakarta dalam sepekan terakhir. Tak tanggung-tanggung, di tingkat pengecer harganya mencapai Rp21.000-Rp22.000/tabung.

Kenaikan gas melon ini banyak dikeluhkan warga dan pengecer. Pasalnya, harga eceran tertinggi (HET) gas yang di peruntukkan masyarakat ekonomi menengah ke bawah adalah Rp16. 000/ tabung untuk di tingkat pangkalan. Sementara di tingkat agen Rp14.500/tabung. Salah seorang pemilik warung di Jalan Raya Palinggihan, Kecamatan Plered mengaku, terpaksa menaikkan harga gas ukuran 3 kg karena di tingkat pangkalan harganya naik.

Bahkan, kenaikan di tingkat pangkalan melebihi HET hasil penetapan pemerintah. “Kami membeli gas melon ini Rp18.000/tabung dari pangkalan. Kalau saya sendiri menjualnya Rp20.000/tabung. Harga itu kami sesuaikan karena BBM naik. Tapi warungwarung di sini menjualnya tidak merata, ada yang Rp20.000 - Rp21.000, bahkan hingga Rp22.000/ tabung,”kata ibu satu anak yang meminta identitasnya dirahasiakan ini.

Sebelum ada kenaikan, dirinya membeli gas melon dari pang kalan langganannya Rp16.500/tabung. Padahal saat itu HET-nya masih Rp14.500/tabung. “Sebelum naik, pekan lalu saya menjual gas di warung Rp 18.000/tabung. Karena beli dari pangkalan hanya Rp1 6.500. Saya harap pihak terkait mengendalikan harga gas, kasihan masyarakat kecil,”tambah dia.

Dari informasi yang didapat KORAN SINDO, selain di Kecamatan Plered, mahalnya gas juga dirasakan warga Kecamatan Darangdan, Sukatani, Tegalwaru dan Maniis. Bahkan di beberapa desa di kecamatan tersebut dikabarkan gas dijual Rp25.000/tabung. Terutama di desa-desa terpencil.

Dihubungi terpisah Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Purwakaerta Fata mengaku terkejut jika di lapangan harga gas menembus Rp22.000/tabung. Pihaknya akan menggelar operasi pasar untuk menelusuri kebenaran kabar tersebut.

Jika ternyata kedapatan ada pangkalan atau agen gas yang nakal, maka pemerintah tidak segan-segan menindak tegas, seperti mencabut izin usaha.

Didin Jalaludin
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
1 jam yang lalu
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
2 jam yang lalu
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
2 jam yang lalu
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
4 jam yang lalu
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
5 jam yang lalu
Pria Tewas di Kamar...
Pria Tewas di Kamar Hotel Mewah Kuningan Jaksel, Ada Luka Tembak
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved