Pengamat: Laporan Kejahatan Menurun Bukan Hal Positif
Rabu, 31 Desember 2014 - 00:29 WIB
Pengamat: Laporan Kejahatan Menurun Bukan Hal Positif
A
A
A
JAKARTA - Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel menegaskan, dengan berkurangnya kejahatan sebenarnya bukan menjadi hal yang positif melainkan sebaliknya.
"Nah, crime clock yang meningkat menunjukkan menurunnya laporan masyarakat," jelasnya ketika dihubungi, Selasa (30/12/2014).
Justru yang dikhawatirkan, lanjutnya, karena dengan menurunnya laporan maka justru ada penurunan kepercayaan dari masyarakat terhadap kepolisian.
Dia melanjutkan, mengapa masyarakat enggan melaporkan kasus yang terjadi hal itu dikarenakan ketidakpercayaan atau apatisme publik terhadap polisi justru mengalami peningkatan.
Sehingga, pihak kepolisian mestinya melakukan evaluasi terhadap penurunan tersebut.
Berdasarkan data yang dirilis Polda Metro Jaya, terjadi penurunan kasus kejahatan dan kriminal dari tahun sebelumnya.
Misalnya saja pencurian dengan kekerasan, dari 1.004 kasus (tahun 2014) kini hanya 904 kasus (2014). Curat dari 5.101 kasus (2013) menjadi 3.513 kasus (2014), penganiayaan berat dari 2.234 kasus (2013) menjadi 1.862 kasus (2014).
Sedangkan pembunuhan dari 74 kasus (2013) menjadi 68 kasus (2014), Curanmordari 5.266 kasus (2013) menjadi 3.877 kasus (2014), kebakaran dari 800 kasus (2013) menjadi 708 kasus (2014), pemerasan/pengancaman dari 480 kasus (2013) menjadi 433 kasus (2014), dan narkortika dari 4.973 kasus (2013) menjadi 4.933 kasus (2014).
Sedangkan dua kasus lain mengalami peningkatan, seperti perjudian dari 580 kasus (2013) menjadi 1.100 kasus (2014) dan perkosaan dari 57 kasus (2013) menjadi 63 kasus (2014).
"Nah, crime clock yang meningkat menunjukkan menurunnya laporan masyarakat," jelasnya ketika dihubungi, Selasa (30/12/2014).
Justru yang dikhawatirkan, lanjutnya, karena dengan menurunnya laporan maka justru ada penurunan kepercayaan dari masyarakat terhadap kepolisian.
Dia melanjutkan, mengapa masyarakat enggan melaporkan kasus yang terjadi hal itu dikarenakan ketidakpercayaan atau apatisme publik terhadap polisi justru mengalami peningkatan.
Sehingga, pihak kepolisian mestinya melakukan evaluasi terhadap penurunan tersebut.
Berdasarkan data yang dirilis Polda Metro Jaya, terjadi penurunan kasus kejahatan dan kriminal dari tahun sebelumnya.
Misalnya saja pencurian dengan kekerasan, dari 1.004 kasus (tahun 2014) kini hanya 904 kasus (2014). Curat dari 5.101 kasus (2013) menjadi 3.513 kasus (2014), penganiayaan berat dari 2.234 kasus (2013) menjadi 1.862 kasus (2014).
Sedangkan pembunuhan dari 74 kasus (2013) menjadi 68 kasus (2014), Curanmordari 5.266 kasus (2013) menjadi 3.877 kasus (2014), kebakaran dari 800 kasus (2013) menjadi 708 kasus (2014), pemerasan/pengancaman dari 480 kasus (2013) menjadi 433 kasus (2014), dan narkortika dari 4.973 kasus (2013) menjadi 4.933 kasus (2014).
Sedangkan dua kasus lain mengalami peningkatan, seperti perjudian dari 580 kasus (2013) menjadi 1.100 kasus (2014) dan perkosaan dari 57 kasus (2013) menjadi 63 kasus (2014).
(ysw)