Bantu Selamatkan Dagangan dan Kuatkan Hati

Senin, 29 Desember 2014 - 12:41 WIB
Bantu Selamatkan Dagangan...
Bantu Selamatkan Dagangan dan Kuatkan Hati
A A A
SOLO - Terbakarnya Pasar Klewer Solo menjadi pukulan telak bagi Suwarno, 55, salah satu pedagang kaki lima (PKL).

Pria asal Kelurahan Semanggi, RT 2 /RW 8 Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, ini hanya bisa terpaku karena harus kehilangan tempat mengais rezeki sejak 34 tahun silam itu. Suwarno sedikit beruntung karena hampir semua barang dagangannya di lantai bawah berhasil diselamatkan ketika api mulai berkobar di Pasar Klewer, Sabtu (27/12) malam.

Kala itu, api masih belum menyebar ke seluruh bagian bangunan pasar. “Kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB, saya diberi tahu teman kalau Pasar Klewer terbakar,” kata Suwarno sembari mengamati regu pemadam kebakaran menyemprotkan air di ruko bagian depan yang terbakar.

Ketika sampai di pasar, sudah banyak orang di lokasi. Untuk menyelamatkan barang dagangan yang mayoritas produknya terbuat dari kain, pintu menuju area dalam pasar didobrak. Dia berhasil membawa keluar barang dagangannya karena letaknya di lorong kios bagian depan.

Setelah itu, dia bersama para pedagang lainnya bahu membahu mengeluarkan barang dagangan yang bisa diselamatkan. Mereka tidak peduli barang itu milik pedagang siapa karena yang terpenting adalah penyelamatan. Setelah diletakkan di lokasi aman di luar pasar, para pedagang dipersilakan memilih sendiri barangnya masing-masing. Meski demikian, Suwarno gagal menyelamatkan barang dagangan milik anaknya sendiri lantaran lokasinya berada di dalam pasar.

Sementara api terus membesar dan menyebar ke semua bagian bangunan. “Tapi kalau untuk kerugian belum dapat menghitung karena masih fokus menyelamatkan yang tersisa,” ucapnya. Sebelum kebakaran, keluarga Suwarno sebenarnya mendapatkan firasat. Beberapa hari sebelum kejadian, anaknya yang barang dagangannya ikut terbakar mendapatkan mimpi agar memindahkan barang dagangannya ke masjid.

Heri juga sempat menceritakan mimpinya itu kepada dirinya. Namun hal itu diabaikan karena dianggap hanya bunga tidur semata. Setelah kebakaran, Suwarno yang juga menjadi Ketua Kelompok PKL Pasar Klewer beranggotakan 41 orang hanya bisa pasrah. Dia mengaku belum dapat memikirkan ke mana akan mencari tempat berjualan sementara. Sebab perbaikan pasar konveksi terbesar kedua setelah pasar Tanah Abang Jakarta ini tentu akan memakan waktu lama.

Sementara roda perekonomian keluarganya harus terus berputar. Padahal berjualan di Pasar Klewer menjadi satu-satunya pekerjaan sebagai sandaran hidup. Selama berjualan 34 tahun di lorong pasar, dia mampu mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk menyekolahkan dua anaknya ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang kini menjadi sarjana ekonomi. Laba kotor yang didapatkan berdagang di Pasar Klewer dalam sehari mencapai Rp500.000.

Memasuki musim liburan akhir tahun seperti sekarang, para pedagang mengistilahkan sebagai musim panen. Karena para pembeli yang datang lebih banyak sehingga keuntungan yang diraih akan lebih besar. Namun, harapan itu pupus setelah semuanya dilalap si jago merah . “Kami sesama pedagang saling menguatkan agar tabah,” ungkapnya.

Terlebih ketika malam saat Pasar Klewer mulai terbakar, ada seorang pedagang yang jatuh pingsan setelah mengetahui barangnya ludes tak tersisa. Perputaran uang di Pasar Klewer diakui sangat besar karena selama ini menjadi ikon sebagai pasar tekstil dengan harga murah.

Para pembelinya juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Rasa pasrah juga disampaikan Mohamad Sahid, pedagang yang memiliki kios di lantai dasar Pasar Klewer. Seluruh dagangannya di dalam kios tak ada yang bisa diselamatkan. Selain itu, beberapa kios milik anggota keluarganya juga ikut terbakar. Dirinya belum tahu persis berapa total kerugian material yang diderita bersama keluarganya.

Sementara omzet yang dapat diraih setiap bulan ratarata mencapai Rp200 juta- Rp300 juta dengan pelanggan dari Sabang sampai Merauke.

Ary Wahyu Wibowo
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
3 jam yang lalu
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
3 jam yang lalu
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
3 jam yang lalu
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
4 jam yang lalu
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
5 jam yang lalu
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
11 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved