Penanganan Drainase Dinilai Tak Maksimal

Senin, 29 Desember 2014 - 12:41 WIB
Penanganan Drainase...
Penanganan Drainase Dinilai Tak Maksimal
A A A
SEMARANG - Penanganan banjir di kawasan Pedurungan dan Genuk, Kota Semarang dinilai masih kurang maksimal.

Sejumlah kelurahan di dua kecamatan tersebut seperti Muktiharjo, Tlogosari Kulon, dan Gebangsari tetap saja tergenang air saat hujan deras mengguyur. Genangan air memang tidak terlalu lama, tapi kondisi itu cukup merisaukan warga.

Untuk itu Dinas PSDA dan ESDM Kota Semarang diminta lebih fokus dan terkoordinasi dalam menangani banjir. Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Hasan Bisri saat menggelar reses di Garasi Cafe Jalan Soekarno Hatta Semarang kemarin mengakui bahwa pemkot memang sudah berupaya dalam mengatasi banjir.

“Ini dibuktikan dengan pembangunan kolam retensi Muktiharjo, tapi hal itu tidak didukung dengan perbaikan saluran di perumahan warga atau perkampungan sehingga air tetap menggenang,” katanya.

Salah satu contohnya drainase di Kelurahan Tlogosari Kulon. Di perumahan terpadat di Kota Semarang itu banyak saluran dipenuhi sedimentasi dan tumpukan sampah. “Kalau saluran dipelihara dengan baik, tentu tingkat sedimentasi tidak setinggi sekarang,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas PSDA dan ESDM Kota Semarang Nugroho Joko Purwanto menegaskan, pemeliharaan saluran pendukung kolam retensi Muktiharjo sudah dilakukan secara rutin. Hanya pihaknya mengalami banyak kendala utama keterbatasan anggaran serta banyak drainase yang harus ditangani. “Tentu kita akan terus pelihara sistem drainase, agar semuanya bisa berjalan lancar,” katanya.

Untuk mendukung kolam retensi Muktiharjo yang sudah rampung, PSDA tahun depan akan memprioritaskan penataan drainase pendukung agar air bisa lancar mengalir menuju kolam retensi. Selain soal banjir, reses yang dihadiri warga Pedurungan, Gayamsari dan Genuk ini juga menerima masukan dari masyarakat soal sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

Seiring dengan meningkatnya populasi penduduk, menurut Hasan Bisri, jumlah angkatan kerja meningkat sehingga harus dilakukan berbagai langkah dalam penyediaan lapangan pekerjaan.

M Abduh
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
3 menit yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
18 menit yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
47 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
54 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
1 jam yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved