Apa Itu Alat ELT di AirAsia yang Tak Berbunyi?

Minggu, 28 Desember 2014 - 18:15 WIB
Apa Itu Alat ELT di...
Apa Itu Alat ELT di AirAsia yang Tak Berbunyi?
A A A
JAKARTA - Kepala Basarnas Jakarta Sutrisno heran sistem pemberitahuan darurat Emergency Locator Transmitter (ELT) pada pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak tak berbunyi, sehingga lokasi pesawat hingga kini belum terdeteksi.

Lalu alat apakah itu ELT?

ELT merupakan alat yang memancarkan sinyal radio agar lokasi dari suatu pesawat dapat diketahui dari sistem deteksi yang ada.

Alat tersebut dibuat dan dipasang pada pesawat agar bisa memberikan informasi lokasi dari pesawat saat terjadi crash melalui sinyal yang dimiliki.

Frekuensi yang digunakan untuk operasi alat ini ialah 121,5 megahertz (MHz) bagi darurat penerbangan sipil serta 243 MHzuntuk penerbangan militer dengan frekuensi UHF darurat penerbangan.

Namun di awal kemunculannya alat ini bukan tanpa kekurangan. Salah satunya ialah karena suara berdaya rendah, sehingga kerap terlindas transmisi suara yang berdaya tinggi.

Untuk memaksimalkan alat ini maka dibuat dengan sistem berbasis satelit. Kondisi saat ini sudah ada satelit pendukung ELT.

Dalam operasinya, sistem yang dirancang untuk menginformasikan keadaan darurat ini didukung dua satelit yakni satelit-satelit Geosar (Geostationary SAR) dan yang kedua adalah satelit-satelit Leosar (Low-Earth Orbit Search-and-Rescue).

Untuk Geosar terdapat tiga satelit geostasioner yakni dua dari AS (GOES-Weast, GOES-East), satu dari Eropa (MSG) dan satu dari India (INSAT-3D).

Berbeda dengan Geosar, komponen Leosar saat ini didukung dengan enam satelit meteorologi yang mengorbit di ketinggian 850 km.

Satelit-satelit itu didukung instrumen SAR dan mengorbit bumi dari kutub ke kutub satu kali setiap 100 menit. Enam satelit tersebut dinamai dengan penamaan S07, S08, S09,S10,S11,S12.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Jakarta Sutrisno mengaku heran atas insiden hilang kontaknya pesawat QZ8501 milik AirAsia, Minggu pagi.

"Kami belum mengetahui penyebab jatuhnya pesawat. Jika jatuh, Emergency Locator Tramsiter (ELT) pesawat tersebut seharusnya berbunyi. Begitupun ketika kertena benturan keras atau masuk ke air," kata Sutrisno kepada wartawan, di Tangerang, Minggu (28/12/2014).

Namun katanya lagi, sampai sekarang ELT tersebut tidak berbunyi dan keberadaan pesawat tidak terdeteksi.

"Kalau pesawat itu tidak landing di Singapura, kami cari ke mana? Jadi kami belum berasumsi apa-apa,” terangnya.
(maf)
Berita Terkait
Indonesia Air Transport...
Indonesia Air Transport Tegaskan Kru Pesawat ATR yang Hilang Berjumlah 7 Orang
Ini Pesan Terakhir Ferry...
Ini Pesan Terakhir Ferry ke Istrinya sebelum Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros
Gunakan Google Maps,...
Gunakan Google Maps, Ahli Inggris Klaim Deteksi Jejak Pesawat Nahas MH370 di Hutan Kamboja
BREAKING NEWS-Bawa 28...
BREAKING NEWS-Bawa 28 Orang, Pesawat An-26 Rusia Hilang di Kamchatka
Puing-puing Pesawat...
Puing-puing Pesawat An-26 Ditemukan, Seluruh Penumpang Dikhawatirkan Tewas
Pesawat An-26 Rusia...
Pesawat An-26 Rusia Pembawa 28 Orang Jatuh ke Laut
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
3 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved