Banjir Rendam Empat Desa di Pulau Siberut
Rabu, 24 Desember 2014 - 15:08 WIB
Banjir Rendam Empat Desa di Pulau Siberut
A
A
A
TUAPEJAT - Ratusan rumah di empat desa di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, diterjang air bah sejak Senin lalu sampai hari ini. Empat desa yang terendam itu yaitu Desa Muara Siberut, Desa Maileppet, Desa Madobag, dan Desa Muntei.
Menurut Sekretaris Desa Madobag Mateus Sabaggalet, hujan lebat mengguyur pada hari Senin (23/12/2014) pukul 19.00 WIB. Air mulai masuk rumah warga pada pukul 21.00 WIB.
"Ada tiga daerah Rokdog, Madobag, Ugai, dan Buttui, total seluruhnya 107 kepala keluarga. Dalam air itu sedalam tiga meter untuk daerah yang di tepi sungai. Sampai saat ini masih banjir," kata Mateus, Rabu (24/12/2014).
Sementara, Kepala Desa Muntei Tulut Ogok mengatakan, daerah yang terparah adalah daerah Salappa, Magosi, dan Bekkeiluk. Banjir itu sudah datang sejak hari Senin lalu. "Total KK yang terkena di Desa Muntei sampai hari ini ada sebanyak 285 kepala keluarga," ujarnya.
"Sampai hari ini air terus bertambah, belum ada yang bisa dilakukan masyarakat. Yang jelas saat ini belum ada bantuan, masyarakat butuh makanan, minuman dan tempat air tidur," kata Tulut.
Hal yang sama terjadi di Desa Maileppet. Di Desa Maileppet ini ada dua dusun yang kena banjir yakni Dusun Bat Joja dan Simaonai Baga. "Ada 18 KK, ditambah satu Kompleks Kantor Balai Taman Nasional Siberut, Islamic Centre, dan Asrama Pelajar Salappa," kata Pjs Kepala Desa Maileppet Nikman Siritoitet.
Sementara, di Desa Muara Siberut, berdasarkan informasi ada 68 kepala keluarga yang menjadi korban banjir. "Kita masih menghimpun data di lapangan, yang jelas saat ini kecamatan sedang mengupayakan bantuan kepada masyarakat korban," ujar Kely, staf Kecamatan Siberut Selatan.
Menurut Sekretaris Desa Madobag Mateus Sabaggalet, hujan lebat mengguyur pada hari Senin (23/12/2014) pukul 19.00 WIB. Air mulai masuk rumah warga pada pukul 21.00 WIB.
"Ada tiga daerah Rokdog, Madobag, Ugai, dan Buttui, total seluruhnya 107 kepala keluarga. Dalam air itu sedalam tiga meter untuk daerah yang di tepi sungai. Sampai saat ini masih banjir," kata Mateus, Rabu (24/12/2014).
Sementara, Kepala Desa Muntei Tulut Ogok mengatakan, daerah yang terparah adalah daerah Salappa, Magosi, dan Bekkeiluk. Banjir itu sudah datang sejak hari Senin lalu. "Total KK yang terkena di Desa Muntei sampai hari ini ada sebanyak 285 kepala keluarga," ujarnya.
"Sampai hari ini air terus bertambah, belum ada yang bisa dilakukan masyarakat. Yang jelas saat ini belum ada bantuan, masyarakat butuh makanan, minuman dan tempat air tidur," kata Tulut.
Hal yang sama terjadi di Desa Maileppet. Di Desa Maileppet ini ada dua dusun yang kena banjir yakni Dusun Bat Joja dan Simaonai Baga. "Ada 18 KK, ditambah satu Kompleks Kantor Balai Taman Nasional Siberut, Islamic Centre, dan Asrama Pelajar Salappa," kata Pjs Kepala Desa Maileppet Nikman Siritoitet.
Sementara, di Desa Muara Siberut, berdasarkan informasi ada 68 kepala keluarga yang menjadi korban banjir. "Kita masih menghimpun data di lapangan, yang jelas saat ini kecamatan sedang mengupayakan bantuan kepada masyarakat korban," ujar Kely, staf Kecamatan Siberut Selatan.
(zik)