Newmont Kembali Beroperasi

Jum'at, 19 Desember 2014 - 09:35 WIB
Newmont Kembali Beroperasi
Newmont Kembali Beroperasi
A A A
SUMBAWA BARAT - Kabar gembira datang dari PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB). Ribuan buruh tambang yang sebelumnya sempat dirumahkan akibat berhentinya produksi konsentrat di Tambang Batu Hijau sejak beberapa bulan lalu, akhirnya bisa kembali bekerja.

Saat Sindonews.com mengunjungi kawasan tambang terbesar kedua di Indonesia itu, tampak aktivitas produksi tambang mulai dikebut.

Para pekerja lapangan di lokasi tambang, terlihat mulai kembali mengangkut ribuan batu berisi kandungan emas, tembaga, dan perak, di lembah Batu Hijau. Bahkan, proses pembangunan di tambang ini sudah memasuki fase ke-6.

Pantauan di lokasi juga terlihat para buruh membawa batu-batu itu dengan menggunakan truk berukuran besar ke sebuah pabrik, dan mengolahnya menjadi konsentrat berdaya jual tinggi. Konsentrat inilah yang sebelumnya terbentur Undang-undang (UU) Mineral dan Batu Bara (Minerba) tentang Larangan Ekspor Minerba.

Senior Manager Operational PT NNT Wudi Raharjo mengatakan, para pekerja yang dirumahkan sejak UU Minerba disahkan, mencapai ribuan. Kerugian yang diderita perusahaan tambang ini pun sangat besar. Sayang, Wudi tidak menyebut berapa total kerugian itu.

"Proses produksi konsentrat sempat terhenti selama beberapa bulan. Banyak barang yang menumpuk tidak bisa kami jual, kami mengalami kerugian yang sangat besar," katanya, saat berbincang dengan Sindonews.com di Tambang Batu Hijau, KSB, NTB, Jumat (19/12/2014).

Ditambahkan dia, saat ini PT NNT memiliki jumlah buruh tetap sebanyak 3.600 jiwa. Jumlah itu masih ditambah dengan buruh dari perusahaan rekanan yang berjumlah mencapai 2.400 jiwa.

"Pekerja kami terdiri dari orang asing, dan warga sekitar, serta sejumlah daerah lain di Indonesia. Terdiri dari tenaga asing 1%, warga Sumbawa Barat 34%, luar Sumbawa Barat tetapi masih di wilayah NTB 30%, dan luar NTB 35%," terangnya.

Selama para buruh tersebut dirumahkan, sambung Wudi, mereka tetap menerima gaji. Namun nilai yang diterima jumlahnya tidak penuh, seperti saat masih beroperasi secara efektif.

Sementara itu, Budi, salah seorang buruh PT NNT mengaku sangat bahagia dengan kembali beroperasinya perusahaan tersebut. Kendati saat dirumahkan masih menerima gaji, dirinya mengaku bingung, jika PT NNT benar-benar tidak beroperasi lagi.

"Kerja di sini sangat enak, manajemennya sangat bagus. Kesehatan keluarga saya ditanggung, begitu juga dengan pendidikan anak-anak saya. Anak saya saat ini ada tiga," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terhentinya produksi PT NNT akibat disahkannya Undang-undang Mineral dan Batu Bara tentang Larangan Ekspor Mineral dan Batu Bara. Kadar konsentrat yang dijual PT NNT dinilai melanggar pasal tersebut.
(lis)
Berita Terkait
Tambang Batubara Marangkayu...
Tambang Batubara Marangkayu Raih Dukungan Kelompok Tani Kukar
Bareskrim Periksa Ismail...
Bareskrim Periksa Ismail Bolong terkait Kasus Tambang Ilegal Hari Ini
Harga Batu Bara Sepekan...
Harga Batu Bara Sepekan Anjlok karena Permintaan Masih Lesu
Tolak Tambang Batu Bara,...
Tolak Tambang Batu Bara, Warga Suku Anak Dalam di Tebo Siap Lawan
Tambang Batu Bara Meledak...
Tambang Batu Bara Meledak di China, 90 Orang Tewas
Trimata Benua dan Pertamina...
Trimata Benua dan Pertamina EP Jalin Kerjasama Pemanfaatan Lahan di Banyuasin
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
2 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
2 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 jam yang lalu
Infografis
3 Bandara Ini Kembali...
3 Bandara Ini Kembali Mendapatkan Status Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved