Pengusaha Kecil Minta Pemprov Batalkan Kenaikan Tarif Ancol
Jum'at, 05 Desember 2014 - 09:53 WIB
Pengusaha Kecil Minta Pemprov Batalkan Kenaikan Tarif Ancol
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah pengusaha meminta agar Pemprov DKI Jakarta mengurungkan niat untuk menaikan tarif masuk Taman Impian Jaya Ancol. Pasalnya bila tetap dinaikan justru akan mematikan para pedagang di kawasan wisata tersebut.
Ketua DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama harus merespons cepat apa yang menjadi aspirasi warga Jakarta dan pedagang di kawasan Ancol.
Menurut Sarman, tarif Rp25.000 per orang saat ini saja masuk kategori mahal. Bisa dibayangkan jika menggunakan sepeda motor ke Ancol dengan dua anak, sudah harus mengeluarkan kocek sebesar Rp120.000 hanya untuk melihat laut.
Sarman melanjutkan, rencana kenaikan tarif masuk Ancol berpotensi menurunkan jumlah pengunjung sangat besar. Karena rata-rata warga yang berwisata ke Ancol itu adalah kalangan kelas menengah ke bawah.
Apalagi, kata Sarman, dengan kenaikan harga BBM yang berdampak pada kenaikan berbagai kebutuhan sehari-hari, akan membuat warga pikir dua kali untuk berkunjung ke Ancol.
"Jika pengunjung semakin sepi maka para pedagang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di kawasan Ancol, omzetnya semakin menurun dan tidak tertutup kemungkinan akan tutup. Jika perlu kita mengusulkan tarif masuk digratiskan saja, kecuali tarif parkir motor dan mobil," ungkap Sarman saat dihubungi Sindonews, Jumat (5/12/2014).
Sarman menyarankan, pengelola Ancol sebaiknya menaikan tarif wahana permainan.
Sebab pemilihan untuk berkunjung ke wahana itu, merupakan keinginan pengunjung untuk memuaskan hasrat hiburannya.
"Wahananya mau naik itu enngak masalah, asal tiket masuknya itu jangan naik, bahkan kalau bisa turun," tegas Sarman.
Ketua DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama harus merespons cepat apa yang menjadi aspirasi warga Jakarta dan pedagang di kawasan Ancol.
Menurut Sarman, tarif Rp25.000 per orang saat ini saja masuk kategori mahal. Bisa dibayangkan jika menggunakan sepeda motor ke Ancol dengan dua anak, sudah harus mengeluarkan kocek sebesar Rp120.000 hanya untuk melihat laut.
Sarman melanjutkan, rencana kenaikan tarif masuk Ancol berpotensi menurunkan jumlah pengunjung sangat besar. Karena rata-rata warga yang berwisata ke Ancol itu adalah kalangan kelas menengah ke bawah.
Apalagi, kata Sarman, dengan kenaikan harga BBM yang berdampak pada kenaikan berbagai kebutuhan sehari-hari, akan membuat warga pikir dua kali untuk berkunjung ke Ancol.
"Jika pengunjung semakin sepi maka para pedagang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di kawasan Ancol, omzetnya semakin menurun dan tidak tertutup kemungkinan akan tutup. Jika perlu kita mengusulkan tarif masuk digratiskan saja, kecuali tarif parkir motor dan mobil," ungkap Sarman saat dihubungi Sindonews, Jumat (5/12/2014).
Sarman menyarankan, pengelola Ancol sebaiknya menaikan tarif wahana permainan.
Sebab pemilihan untuk berkunjung ke wahana itu, merupakan keinginan pengunjung untuk memuaskan hasrat hiburannya.
"Wahananya mau naik itu enngak masalah, asal tiket masuknya itu jangan naik, bahkan kalau bisa turun," tegas Sarman.
(whb)