Warga Jalan Timah Tuntut Keadilan

Rabu, 03 Desember 2014 - 13:33 WIB
Warga Jalan Timah Tuntut...
Warga Jalan Timah Tuntut Keadilan
A A A
MEDAN - Warga Jalan Timah, Kecamatan Medan Area menuntut keadilan terhadap pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pasalnya, rumah mereka dibongkar akibat pelaksanaan program pemasangan rel KA ganda. Warga mengungkapkan, banyak rumah lainnya dan plaza yang berdampingan dengan jalur rel KA yang seharusnya tersebut ikut dirobohkan, misalnya Yanglim Plaza.

“Kalau memang masuk tanah negara atau bangunan yang berdampingan dengan rel KA, dibongkar. Jangan hanya rumah kami saja yang dibongkar. Itu plaza dan rumah mewah kenapa dibiarkan. Ini tidak adil,” ungkap salah satu warga Jalan Timah, Suri Siregar, kemarin.

Dia mengungkapkan, penggusuran ini dilakukan tanpa perikemanusiaan. Mereka merasa dizalimi. Ganti rugi hanya diberikan Rp1,5 juta per kepala keluarga (KK). Mereka meminta keadilan atas perlakukan yang semenamena ini. “Penggusuran ini jauh dari rasa keadilan. Hanya kami saja yang diperlakukan seperti ini. Di mana keadilan itu. Yanglim Plaza tidak dibongkar, begitu juga rumah mewah. Jarak lahan dan bangunan milik mereka padahal lebih dekat,” ucapnya.

Ketua Fraksi PAN, Ahmad Arif, mengungkapkan, masyarakat diharapkan tetap tenang dan memperbanyak berdoa agar mendapat pertolongan dari Allah SWT. Pihaknya berjanji akan mempertanyakan persoalan pembongkaran ini. Apalagi ada perlakuan berbeda yang ditunjukkan PT KAI. “Kami akui memang ada ketidakadilan yang ditunjukkan atas peristiwa ini. Makanya kami akan pertanyakan dengan pihak terkait,” ucapnya.

Dia membenarkan seharusnya sebelum digusur, ada solusi yang disampaikan. Jadi, masyarakat tidak kecewa. Selain itu, apabila ingin membersihkan kawasan tersebut, seharusnya semua digusur, jangan pilih-pilih.

“Apa bedanya bangunan warga yang dirobohkan dengan bangunan Yanglim Plaza dan rumah kokoh itu, kalau jaraknya sama dari bibir rel. Lalu kenapa tidak digusur. Artinya ada perlakuan diskriminasi ditunjukkan. Ini sudah tidak benar,” ungkap Arif.

Reza Shahab
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
44 menit yang lalu
Dituntut 8,5 Tahun Penjara,...
Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Gubernur Riau: JPU Abaikan Fakta Persidangan
1 jam yang lalu
Ini Identitas 12 Korban...
Ini Identitas 12 Korban Meninggal dan 6 Luka Akibat Kecelakaan Maut di Pantura
1 jam yang lalu
Kapolri Bedah Rumah...
Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji di Palembang, Begini Penampakannya
1 jam yang lalu
Hari Pertama Masuk Sekolah,...
Hari Pertama Masuk Sekolah, Cawang Macet, Jalan Letjen MT Haryono Padat Merayap
1 jam yang lalu
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
2 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved