Sekjen Kemenkes Minta Data Kuota Pasien JKN Dibenahi

Senin, 01 Desember 2014 - 12:14 WIB
Sekjen Kemenkes Minta...
Sekjen Kemenkes Minta Data Kuota Pasien JKN Dibenahi
A A A
DELISERDANG - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Untung Soesilo meminta data kuota pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Deliserdang dibenahi.

Bila tersedia data yang tepat, bisa ditetapkan secara pasti kuota pasien JKN di setiap puskesmas dan rumah sakit. “Memang pembagian kuota di puskesmas masih ada masalah, maka kami minta ada kerja sama dan koordinasi antara Dinas Kesehatan dan BPJS untuk menentukan kuota ini. Keadaan di lapangan yang mengetahui kepala dinas, jangan sampai ada miscommunication di lapangan,” kata Untung Soesilo seusai di Puskesmas Aras Kabu, Kecamatan Beringin, dan RS Grand Medistra, Kecamatan Lubukpakam, Sabtu (29/11).

Saat kunjungan, Sekjen Kemenkes meninjau berbagai ruangan dan fasilitas di Puskesmas Aras Kabu dan RS Grand Medistra, seperti ruangan haemodialisis, ruanganbedahmata, dan mempertanyakan pelayanan JKN.

Saat kunjungan ke RS Grand Medistra, Untung Soesilo didampingi Ketua Yayasan Grand Medistra, Joandes Semiring, dan Direktur RS Grand Medistra, dr Arif Sijatmiko. Di lantai 4 ruang kelas 3, Untung Soesilo menyempatkan berbincang dengan pasien yang mengalami ginjal bocor, Syamsidar, 43, warga Desa Kampung Lalang, Kecamatan Badang Deras, Kabupaten Batubara.

Untung Soesilo mengakui, masih ditemukan data yang tidak beraturan hingga melebihi jumlah pasien melebihi kuota. Akibatnya, pasien tidak mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal di rumah sakit dan puskesmas. Seharusnya dari pendataan yang ditentukan, dapat mempermudah proses administrasi dan pelayanan di setiap rumah sakit maupun puskesmas.

Dia juga meminta kepada organisasi profesi meningkatkan potensi dan kemampuan para dokter di daerah. “Sebetulnya di kementerian juga sudah ada Elearning di website Kemenkes. Ada fasilitasnya, sudah kami sediakan supaya mereka mampu. Jadi para dokter umum di daerah bisa men-download,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Deliserdang, dr Aida Harahap mengakui, sistem kuota pendataan dan pendistribusian pasien di Kabupaten Deliserdang harus dibenahi dan ditentukan. “Memang tadi Pak Sesjen meminta lebih maksimal pendistribusian dan pendataan pasien agar tidak melebihi kuota,” ujarnya.

Adapun Humas RS Grand Medistra Lubukpakam, Emra Sinaga menuturkan, pihaknya telah menerapkan sistem JKN melalui penggunaan BPJS ataupun berbagai asuransi kesehatan lainnya bekerja sama dengan RS Grand Medistra.

“Sudah lama kami terapkan sistem ini, cuma setelah Jamsostek berubah ke BPJS, baru kami lakukan perubahan datanya. Tapi, tetap sama perolehan pelayanannya sesuai dengan kelas yang tersedia di rumah sakit,” tuturnya.

M Andi Yusri
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
55 menit yang lalu
Dituntut 8,5 Tahun Penjara,...
Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Gubernur Riau: JPU Abaikan Fakta Persidangan
1 jam yang lalu
Ini Identitas 12 Korban...
Ini Identitas 12 Korban Meninggal dan 6 Luka Akibat Kecelakaan Maut di Pantura
1 jam yang lalu
Kapolri Bedah Rumah...
Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji di Palembang, Begini Penampakannya
1 jam yang lalu
Hari Pertama Masuk Sekolah,...
Hari Pertama Masuk Sekolah, Cawang Macet, Jalan Letjen MT Haryono Padat Merayap
1 jam yang lalu
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
2 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved