Hujan Deras, 30 Hektare Sawah di Garut Rusak
Minggu, 30 November 2014 - 17:24 WIB
Hujan Deras, 30 Hektare Sawah di Garut Rusak
A
A
A
GARUT - Seluas 30 hektare (ha) sawah di dua Kampung Pasanggarahan, dan Kampung Cigebak, Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, mengalami kerusakan parah, akibat digerus luapan air Sungai Cikandang.
Bencana luapan banjir dari sungai ini terjadi bersamaan saat longsor melanda beberapa wilayah lain di Garut.
“Kalau di beberapa wilayah lain, pada Sabtu malam itu ada longsor. Pada saat yang sama, areal persawahaan yang berlokasi persis di samping Sungai Cikandang, rusak karena luapan airnya," ujar Penyuluh Pertanian BP3K Kecamatan Pakenjeng Saeful, kepada wartawan, Minggu (30/11/2014).
Menurut Saeful, puluhan hektare tanaman padi yang rusak ini berusia tanam selama tiga minggu. Hingga kini, belum diketahui berapa nilai total akibat kerugian bencana yang merusak areal pertanian ini.
“Jelas petani gagal panen. Mereka harus memulai kembali menanam padi di lahan yang begitu luas ini,” paparnya.
Sebelumnya diberitakan, bencana longsor melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut menyebut longsor terjadi di delapan kecamatan, pada Sabtu 29 November 2014 malam, dan Minggu 30 November 2014 dini hari.
Kecamatan yang dilanda longsor adalah Pakenjeng, Singajaya, Pamulihan, Mekarmukti, Cisompet, Caringin, Bungbulang, dan Cihurip. Rumah-rumah warga dilaporkan rusak, dan beberapa infrastruktur jalan penghubung terputus.
Bencana luapan banjir dari sungai ini terjadi bersamaan saat longsor melanda beberapa wilayah lain di Garut.
“Kalau di beberapa wilayah lain, pada Sabtu malam itu ada longsor. Pada saat yang sama, areal persawahaan yang berlokasi persis di samping Sungai Cikandang, rusak karena luapan airnya," ujar Penyuluh Pertanian BP3K Kecamatan Pakenjeng Saeful, kepada wartawan, Minggu (30/11/2014).
Menurut Saeful, puluhan hektare tanaman padi yang rusak ini berusia tanam selama tiga minggu. Hingga kini, belum diketahui berapa nilai total akibat kerugian bencana yang merusak areal pertanian ini.
“Jelas petani gagal panen. Mereka harus memulai kembali menanam padi di lahan yang begitu luas ini,” paparnya.
Sebelumnya diberitakan, bencana longsor melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut menyebut longsor terjadi di delapan kecamatan, pada Sabtu 29 November 2014 malam, dan Minggu 30 November 2014 dini hari.
Kecamatan yang dilanda longsor adalah Pakenjeng, Singajaya, Pamulihan, Mekarmukti, Cisompet, Caringin, Bungbulang, dan Cihurip. Rumah-rumah warga dilaporkan rusak, dan beberapa infrastruktur jalan penghubung terputus.
(san)