Dana PSKS Warga Nganjuk Dipotong Rp100.000

Jum'at, 28 November 2014 - 11:58 WIB
Dana PSKS Warga Nganjuk...
Dana PSKS Warga Nganjuk Dipotong Rp100.000
A A A
NGANJUK - Para pengurus RT di Desa Gondang Legi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk melakukan pemotongan Rp100.000 terhadap warga penerima Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS).

Padahal sebelumnya ratusan warga ratusan tersebut saling berdesakan dan berebut saling mendahului untuk mengambil jatah kompensasi kenaikan harga BBM dari petugas kantor pos sebesar Rp400.000.

Setelah menerima uang Rp400.000 dari petugas kantor pos pada Jumat pagi (28/11/2014). Warga ramai-ramai menyetorkan uang potongan sebesar Rp100.000 kepada Ketua RT masing-masing.

Pengurus RT maupun perangkat desa berdalih uang potongan Rp100.000 tersebut sifatnya sukarela untuk diberikan kepada ratusan warga lainnya yang tidak menerima kompensasi BBM.

Penyebabnya karena data pemerintah yang dipakai membagikan PSKS sudah tidak valid sehingga banyak warga miskin yang justru tidak mendapatkannya.

Kepala Desa Gondanglegi Tajwid mengatakan, dia memang sengaja menganjurkan warga menyisihkan uangnya yang Rp100.000 untuk diberikan kepada warga miskin lain yang tidak dapat dana kompensasi BBM tersebut.

Menurut Tajwid, di Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon, ada sekitar 1.000 lebih warga yang tergolong miskin.

Namun setelah diajukan untuk menerima kompensasi kenaikan harga BBM jumlah yang diterima pemerintah ternyata hanya 471 orang saja.Akibatnya lebih dari separuh warga di Desa Gondaglegi tidak dapat jatah.

Untuk meredam emosi warga kepala desa terpaksa menempuh cara ini agar warga yang tidak menerima uang dari pemerintah tetap bisa mendapat bagian meski hanya Rp100.000 perorang.

Tajwid berharap, dalam pembagian PSKS selanjutnya pemerintah melakukan pendataan lagi atau menggunakan data baru yang sudah diajukan para kepala desa.

Sebab data lama yang dipakai pemerintah saat ini sudah tidak valid, karena ada warga mampu yang tetap menerima dan bahkan ada juga yang sudah meninggal dunia tapi namanya tetap terdaftar.

Sementara ada ratusan nama warga miskin yang justru tidak mendapat bagian.

"Jika data lama ini tetap dipakai dalam pembagian kompensasi BBM mendatang para perangkat desa khawatir mereka yang nanti akan dimusuhi dan diprotes oleh masyarakat, " kata Tajwid, Jumat (28/11/2014).
(sms)
Berita Terkait
Kartu Prakerja Diakui...
Kartu Prakerja Diakui Jadi Model Perlindungan Sosial Paling Ideal, Ini Buktinya
Bansos PKD untuk 149.687...
Bansos PKD untuk 149.687 Penerima Manfaat di Jakarta Cair
Resmi Dibuka, Airlangga:...
Resmi Dibuka, Airlangga: Kartu Pra-Kerja Gelombang 12 Tingkatkan Kompetensi & Perlindungan Sosial!
Pengumpul Sampah Perlu...
Pengumpul Sampah Perlu Perlindungan Sosial yang Layak
Gerakan Nasional Perlindungan...
Gerakan Nasional Perlindungan Pekerja Rentan: Wapres Minta Seluruh Pemda Dukung BPJS Ketenagakerjaan
Pegawai Non-ASN Pusat...
Pegawai Non-ASN Pusat Diklat Anggaran dan Perbendaharaan Didaftarkan Jadi Peserta Jamsostek
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik 1.600 Meter
17 menit yang lalu
Kabar Duka, Ketua DPRD...
Kabar Duka, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia
58 menit yang lalu
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
1 jam yang lalu
Rano Karno Jagokan Spanyol...
Rano Karno Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Prediksi Unggul Tipis dari Argentina
8 jam yang lalu
Rano Karno Kaget Nobar...
Rano Karno Kaget Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng Dihadiri Hampir 14 Ribu Warga
8 jam yang lalu
Semarak Nobar Spanyol...
Semarak Nobar Spanyol vs Argentina di Senayan Park
8 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved