Ogah Dimadu, Maria Babak Belur Dihajar Suami
Sabtu, 22 November 2014 - 11:43 WIB
Ogah Dimadu, Maria Babak Belur Dihajar Suami
A
A
A
JAKARTA - Warga RT10/12 Manggarai Selatan I, Jakarta Selatan, Maria Magdalena (38), babak belur dihajar suaminya. Pemukulan itu lantaran Mari enggan dimadu oleh suaminya, Maskuri (41).
Maria mengakui, suaminya itu memiliki sifat temperamental. Sejak menikah dengannya pada tahun 2006, dirinya sering mengalami penyiksaan, baik secara fisik maupun secara seksual oleh Maskuri.
''Terakhir, saya dipukuli di dalam mobil Inova, milik bos-nya, di depan kedua anak saya pada Minggu (16 November 2014) lalu. Sekitar pukul 22.00 WIB, tepat di depan Jembatan Merah, Tebet. Saya pun disuruh turun di jalan, tapi saya enggak mau. Dia juga ngancem saya, agar tidak lapor ke bosnya dan polisi. Jika tidak kedua anak saya akan ditinggalkan dan tidak di nafkahi," ujarnya usai melakukan BAP di Polres Jakarta Selatan, Jumat 21 November 2014 malam.
Maria menuturkan, suaminya tega membuatnya babak belur lantaran dirinya enggan mengizinkan Maskuni untuk menikah lagi dengan seorang wanita bernama Sarini (40), yang juga mantan istri pertamanya.
"Suami saya itu suka kawin cerai. Dia sudah empat kali kawin cerai, sedang saya ini istrinya yang ke lima. Sarini itu baru saja pulang dari Arab Saudi jadi TKW. Pasti duitnya banyak, suami saya ngotot minta kawin lagi dengan Sarini, saya enggak maulah dimadu," ujarnya.
Akhirnya, Maria memberanikan dirinya untuk mengadu kepada polisi. Karena sudah tidak tahan menghadapi kebrutalan suaminya itu.
"Sejak kawin selama delapan tahun, saya sering dipukuli dan sering diperlakukan tidak wajar dalam berhubungan seksual. Sebab, selain temperamen, suami saya juga punya kelainan seksual. Saya sudah ga tahan (menghadapi kebrutalan suaminya). Maka itu, saya beranikan buat lapor ke polisi," tutupnya.
Maria mengakui, suaminya itu memiliki sifat temperamental. Sejak menikah dengannya pada tahun 2006, dirinya sering mengalami penyiksaan, baik secara fisik maupun secara seksual oleh Maskuri.
''Terakhir, saya dipukuli di dalam mobil Inova, milik bos-nya, di depan kedua anak saya pada Minggu (16 November 2014) lalu. Sekitar pukul 22.00 WIB, tepat di depan Jembatan Merah, Tebet. Saya pun disuruh turun di jalan, tapi saya enggak mau. Dia juga ngancem saya, agar tidak lapor ke bosnya dan polisi. Jika tidak kedua anak saya akan ditinggalkan dan tidak di nafkahi," ujarnya usai melakukan BAP di Polres Jakarta Selatan, Jumat 21 November 2014 malam.
Maria menuturkan, suaminya tega membuatnya babak belur lantaran dirinya enggan mengizinkan Maskuni untuk menikah lagi dengan seorang wanita bernama Sarini (40), yang juga mantan istri pertamanya.
"Suami saya itu suka kawin cerai. Dia sudah empat kali kawin cerai, sedang saya ini istrinya yang ke lima. Sarini itu baru saja pulang dari Arab Saudi jadi TKW. Pasti duitnya banyak, suami saya ngotot minta kawin lagi dengan Sarini, saya enggak maulah dimadu," ujarnya.
Akhirnya, Maria memberanikan dirinya untuk mengadu kepada polisi. Karena sudah tidak tahan menghadapi kebrutalan suaminya itu.
"Sejak kawin selama delapan tahun, saya sering dipukuli dan sering diperlakukan tidak wajar dalam berhubungan seksual. Sebab, selain temperamen, suami saya juga punya kelainan seksual. Saya sudah ga tahan (menghadapi kebrutalan suaminya). Maka itu, saya beranikan buat lapor ke polisi," tutupnya.
(mhd)