Tim Jerman Teliti Pelapukan Batu Candi Borobudur

Selasa, 18 November 2014 - 11:24 WIB
Tim Jerman Teliti Pelapukan...
Tim Jerman Teliti Pelapukan Batu Candi Borobudur
A A A
MAGELANG - Tim konservator dari Jerman dipimpin Profesor Hans Leisen melakukan penelitian terhadap pelapukan batu relief Candi Borobudur guna membantu pelestarian candi Buddha terbesar di dunia tersebut.

Hans Leisen mengatakan sebanyak tujuh peneliti dengan latar belakang berbagai disiplin ilmu terlibat dalam penelitian itu, antara lain ahli geologi, kimia, pemugar, dan mikrobiologi. Hans Leisen sudah banyak berpengalaman dalam konservasi, dia telah melakukan konservasi di Angkor Wat Kamboja lebih dari 20 tahun. Dia datang pertama di Borobudur pada 2012 berkaitan dengan konservasi Candi Borobudur pascaerupsi Merapi 2010.

“Kami datang pertama di Candi Borobudur pada Januari 2012, saat itu berhubungan dengan konservasi setelah erupsi Merapi 2010, namun saat ini lebih fokus pada pelestarian relief yang ada di Candi Borobudur,” ucapnya.

Tim Jerman bersama Balai Konservasi Borobudur, antara lain ingin mencari tahu apa yang menyebabkan relief candi menjadi lapuk dan gambar atau pahatan menjadi hilang. Dalam penelitian batu relief tersebut, pihaknya mengambil satu sampel tempat di mana mereka bisa melakukan pengamatan sepanjang tahun hingga sekarang. Beberapa permasalahan relief Candi Borobudur yang bisa dilihat, yakni pengelupasan dan banyak lubang atau postun.

“Kami coba untuk mengetahui penyebabnya apa. Kami akan mulai dengan mengindikasikan permasalahan yang ada di Candi Borobudur, terutama untuk permasalahan reliefnya, kemudian membuat sebuah sistem untuk melakukan identifikasi permasalahan tersebut,” papar Hans Leisen. Relief merupakan permasalahan konservasi utama di Candi Borobudur, terutama tentang adanya postun, kerak, dan penggaraman pada relief, dan juga muncul lapisan kuning.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Marsis Sutopo menerangkan, Candi Borobudur berada di tempat terbuka dan banyak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal yang paling berpengaruh, antara lain kondisi lingkungan, air hujan, perubahan suhu, dan iklim. Perubahan-perubahan kondisi eksternal tersebut mengakibatkan dampak terhadap kondisi fisik batuan Candi Borobudur. Oleh karena itu, membutuhkan penelitian atau kajian lebih lanjut.

Mengenai pelestarian Candi Borobudur, UNESCO membantu Indonesia dengan mengirimkan tenaga ahli dari Jerman guna memberikan pengetahuan baru berkaitan dengan masalah metode atau teknik konservasi yang lebih ramah lingkungan dan bisa memberikan kelestarian terhadap Candi Borobudur dalam jangka panjang.

“Kehadiran tim Jerman ini akan membantu para staf Balai Konservasi Borobudur, terutama para konservator sehingga kapasitas atau pengetahuannya tentang konservasi batuan itu semakin berkembang dan bisa diterapkan untuk Candi Borobudur,” katanya.

Ant
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
4 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved