Ini Kata Ibu Andi Usai Bertemu Ahok
Jum'at, 14 November 2014 - 19:35 WIB
Ini Kata Ibu Andi Usai Bertemu Ahok
A
A
A
JAKARTA - Orang tua korban tawuran SMA 109 Jakarta meminta tidak ada intervensi dalam kasus yang menewaskan Andi Audi Pratama (16). Siapapun yang bersalah dalam pengeroyokan yang menewaskan Siswa Kelas XI harus bertanggung jawab.
"Jangan ada intervensi belakang, seperti dia anak pejabat mana, pokoknya tidak peduli, (kalau) salah harus dipertanggungjawabkan," kata Ibunda Andi, Erlita Hidayat usai bertemu Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Jumat (14/11/2014).
Erlita menuturkan, Andi adalah anak yang tidak siap untuk berkelahi atau tawuran. Pasalnya saat diajak temannya dari rumah, Andi sudah tidak menggunakan seragam sekolah.
"Jadi tidak siap berkelahi. Anak-anak kan suka tuh ngomong lo enggak ikut berarti enggak solid, enggak asik, eh anak saya ditinggalkan. Saat kejadian, saya tanya mana solidnya kalian? Tapi ya sudah saya harus ikhlaskan anak saya di sana sudah takdir," tuturnya.
Meski demikian, dia berharap, semoga pelajar di Jakarta tidak ada lagi yang melakukan tawuran. Apalagi sampai memakan korban jiwa.
"Jangan sampai ada (kasus) seperti anak saya lagi," harapnya.
"Jangan ada intervensi belakang, seperti dia anak pejabat mana, pokoknya tidak peduli, (kalau) salah harus dipertanggungjawabkan," kata Ibunda Andi, Erlita Hidayat usai bertemu Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Jumat (14/11/2014).
Erlita menuturkan, Andi adalah anak yang tidak siap untuk berkelahi atau tawuran. Pasalnya saat diajak temannya dari rumah, Andi sudah tidak menggunakan seragam sekolah.
"Jadi tidak siap berkelahi. Anak-anak kan suka tuh ngomong lo enggak ikut berarti enggak solid, enggak asik, eh anak saya ditinggalkan. Saat kejadian, saya tanya mana solidnya kalian? Tapi ya sudah saya harus ikhlaskan anak saya di sana sudah takdir," tuturnya.
Meski demikian, dia berharap, semoga pelajar di Jakarta tidak ada lagi yang melakukan tawuran. Apalagi sampai memakan korban jiwa.
"Jangan sampai ada (kasus) seperti anak saya lagi," harapnya.
(mhd)