Pembatasan Sepeda Motor, Pemprov DKI Terlalu Lebay

Kamis, 13 November 2014 - 01:04 WIB
Pembatasan Sepeda Motor,...
Pembatasan Sepeda Motor, Pemprov DKI Terlalu Lebay
A A A
JAKARTA - Pengamat menilai, pembatasan sepeda motor di jalan protokol di Jakarta terlalu berlebihan. Kebijakan ini juga menjadi bukti kalau Pemprov DKI lebih berpihak kepada orang kaya dibanding orang susah.

"Mestinya Pemprov DKI Jakarta itu membuat kajian lebih konkrit dulu sejauh mana urgensi dari sebuah kebijakan. Jangan sampai mengutarakan sebuah aturan sebelum jelas duduk persoalannya," ungkap Pengamat Transportasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Danang Parikesit ketika dihubungi, Selasa (12/11/2014).

Menurutnya, bila alasan pelarangan di sepanjang jalan protokol itu untuk mengurangi dampak kecelakaan lalu lintas, maka perlu dilihat sejuah mana besarnya angka kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas tersebut.

Dewasa ini setelah dibukanya jalur lambat dan jalur cepat di sepanjang jalan MH Thamrin relatif kecelakaan lalu lintas akibat sepeda motor relatif lebih rendah.

Begitu juga analisisnya bila sepeda motor menjadi salah satu pemicu kemacetan lalu lintas, itu pun harus dihitung lebih detail.

Sepeda motor tidak memakan ruang badan jalan terlalu besar. Kendaraan roda dua itu relatif fleksibel untuk melintas dimana saja dibandingkan mobil. Pemiliknya relatif dari kalangan menengah.

Lantas kenapa warga miskin atau menengah ke bawah di persulit untuk menikmati jalur lintas di tengah Ibu Kota. Mereka juga menjalankan kewajiban membayar pajak.

"Ini yang perlu diperhatikan. Apa alasan dari pelarangan itu. Kebijakan ini membuat masyarakat menjadi bingung dan khawatir," ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta juga mengatakan tidak memberikan ruang parkir tambahan untuk menampung sepeda motor. Masyarakat cukup memakai ruang parkir di gedung pemerintahan dan komersil di sepanjang jalan dan lokasi sekitar.

Persoalannya, kata Danang, gedung pemerintahan dan komersil selama ini menyediakan lahan parkir untuk sepeda motor jauh dijangkau.

Lokasi di basement paling bawah atau paling ujung. Hal itu menunjukan bahwa Ibu Kota ini tidak berpihak terhadap sepeda motor.

"Kota besar ini hanya memberikan ruang untuk orang kaya yang memiliki mobil pribadi atau kendaraan mewah lainnya," pungkasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Ini Deretan Jenis Sepeda...
Ini Deretan Jenis Sepeda Motor yang Dilarang Beli Pertalite
Tips Memilih dan Merawat...
Tips Memilih dan Merawat Ban Sepeda Motor
Pasar Sepeda Motor Nasional...
Pasar Sepeda Motor Nasional Kirim Sinyal Bahaya, Penjualan Kumulatif 2025 Terkoreksi di Tengah Tekanan Ekonomi
Pasar Motor Lesu, Suzuki...
Pasar Motor Lesu, Suzuki Beri Kode ke Pemerintah: Turunkan Bunga, Penjualan Bisa Melesat 10%!
Penjualan Motor Maret...
Penjualan Motor Maret 2025 Anjlok! Target 6,5 Juta Unit Tidak Tercapai?
Tahta Bergoyang Sang...
Tahta Bergoyang Sang Raja Jalanan: Honda Dominasi Pasar Motor, tapi Penjualan Mulai Kehilangan Tenaga
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
15 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved