Tolak Kenaikan BBM, Wali Kota Solo Surati Jokowi

Rabu, 12 November 2014 - 14:35 WIB
Tolak Kenaikan BBM,...
Tolak Kenaikan BBM, Wali Kota Solo Surati Jokowi
A A A
SOLO - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo tetap bersikukuh untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan dilakukan pemerintah pusat, meski hingga kini wacana kenaikan BBM terus digulirkan.

Pria yang juga Ketua Dewan Perwakilan Cabamg (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengaku bakal menulis surat penolakan. Rencananya surat penolakan itu bakal dikirimkan langsung kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, setelah pulang dari pertemuan APEC di China.

Ia mengatakan, surat penolakan kenaikan BBM untuk presiden itu dinilai cukup penting. Pasalnya surat penolakan itu ditulis atas dasar keadaan perekonomian, serta kondisi masyarakat Indonesia kini.

Sehingga, dengan adanya surat penolakan itu, pemerintah jadi punya pertimbangan lain agar BBM tidak dinaikkan. "Nanti kalau beliau sudah pulang, surat itu akan segera saya kirim," kata pria yang akrab disapa Rudy itu, Rabu (12/11/2014).

Pihaknya mengatakan, selain berisi penolakan, surat itu juga berisi tentang imbauan kepada mantan Wali Kota Solo itu mengenai pilihan, selain menaikkan harga BBM.

Menurutnya, Presiden saat ini hendaknya menghapus mafia minyak yang ada di Indonesia. Pasalnya, mafia minyak itu justru yang membuat Indonesia bangkrut di bidang perminyakan. Sehingga, membuat anggaran untuk subsidi minyak jebol.

Menurutnya, jika mafia minyak itu belum dibersihkan dari Indonesia, lebih baik tidak berbicara untuk menaikkan harga minyak. Pasalnya, upaya itu akan sia-sia karena yang menjadi korbannya adalah masyarakat.

"Kasihan masyarakat kecil kalau BBM dinaikkan, segala kebutuhan pokok akan ikut naik. Padahal, kesejahteraan masyarakat naiknya tidak terlalu tinggi," imbuh Rudy.

Menanggapi anjuran TB Hasanudin dan Eva Sundari agar politikus PDIP tetap satu suara mendukung kenaikan BBM, Rudy mengaku bakal menolak anjuran itu. Menurutnya, dalam satu partai terjadi perbedaan adalah hal yang wajar.

Tidak semua harus memaksakan kehendak satu suara untuk mendukung kenaikan BBM. Selain itu, seharusnya TB Hasanudin dan juga Eva Sundari, tidak mengeluarkan imbauan itu. Pasalnya mereka bukan orang yang berada di struktur partai.

"Dia itu siapa? Kok memberikan anjuran seperti itu? Kalau saya tidak terlalu memikirkan anjuran mereka yang jelas saya meminta kepada sahabat saya Joko Widodo untuk tidak menaikkan harga BBM," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Penggunaan BBM Bersubsidi...
Penggunaan BBM Bersubsidi Harus Fokus ke Masyarakat Menengah ke Bawah
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
5 jam yang lalu
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
7 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
9 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
12 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
12 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved