Seniman dan Pelawak Gelar Ketoprak Humor

Selasa, 11 November 2014 - 12:24 WIB
Seniman dan Pelawak...
Seniman dan Pelawak Gelar Ketoprak Humor
A A A
SOLO - Sejumlah seniman dan pelawak menggelar pentas memperingati 100 hari meninggalnya salah satu pentolan grup lawak Srimulat, Mamiek Prakoso, di Taman Balekambang Solo, tadi malam.

Berbagai ragam seni mulai dari ketoprak humor, musik campursari, dan dangdut dipentaskan para seniman. Salah satu penampilan yang paling menarik adalah kampung dagelan yang dimainkan Eko Gudel dan Bolo. Dua seniman itu memainkan peran sebagai almarhum Mamiek Prakoso dan Ranto Edi Gudel (ayah kandung Mamiek) untuk menghibur masyarakat dan tamu undangan.

Dalam lakon tersebut, dua seniman itu membawakan cerita mengenai perkembangan seni pertunjukan pada masa kedua seniman itu masih hidup hingga mereka tutup usia dan meninggalkan duka bagi dunia seni ketoprak. Selain seniman lokal, beberapa artis nasional, seperti Tulang Togu dan Endah Laras, juga ikut meramaikan pentas tersebut.

Guyonan-guyonan khas dari masing-masing artis membuat suasana semakin semarak meski malam itu hujan deras mengguyur Solo. Pemrakarsa acara yang juga adik kandung almarhum Mamiek Prakoso, Didi Kempot mengatakan, acara itu sengaja digelar untuk mengenang almarhum. Menurut Didi, kepergian kakaknya itu menjadi pukulan bagi dunia hiburan di Indonesia.

“Saya sangat berterima kasih dengan datangnya temanteman seniman ke acara ini. Meskipun ini acara spontan, namun dukungan mereka sangat luar biasa,” ucapnya. Pelantun lagi Sewu Kutho itu mengatakan, dipilihnya Taman Balekambang karena sejarahnya luar biasa bagi Mamiek. Menurut dia, di taman itu pertama kali Mamiek tampil di sebuah pentas ketoprak sebelum melebarkan sayap dan ikut dalam grup Srimulat. “Dulu pada tahun 1980-an, Mamiek pentas di taman ini dan akhirnya bisa menjadi maestro dagelan sebelum tutup usia,” ucap Didi.

Salah seorang penggemar ketoprak humor, Rina Fatimah mengatakan, Mamiek Prakoso merupakan seniman hebat dan multitalenta. “Meskipun sudah tiada, namun karya-karya almarhum masih hidup dan diteruskan oleh seniman-seniman muda yang ada saat ini,” ucapnya.

Arief setiadi
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
8 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
34 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved