Tidak Ditemui Bupati Jombang, Ribuan Buruh Kesal
Rabu, 05 November 2014 - 14:41 WIB
Tidak Ditemui Bupati Jombang, Ribuan Buruh Kesal
A
A
A
JOMBANG - Seribuan buruh berunjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/11/2014).
Sejak pagi, ribuan buruh dari berbagai perusahaan itu mendatangi Kantor Pemkab Jombang untuk menyuarakan tuntutannya. Mereka menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menuntut kenaikan Umah Minimum Kabupaten (UMK) dari Rp1.500.000 menjadi Rp2.180.000.
Namun, hingga siang hari, Bupati Jombang Nyono Suharli tak menemui mereka. Buruh pun kesal, lalu berusaha memaksa masuk ke Kantor Pemkan Jombang. Petugas dari Polres Jombang yang telah bersiaga, mengadang buruh. Aksi saling dorong tak bisa dihindari.
Beruntung, emosi para buruh berhasil diredam oleh korlap masing-masing sehingga kericuhan tidak terus berlanjut.
Dalam aksinya, buruh menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Buruh menilai kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga berbagai bahan kebutuhan pokok.
Selain menolak rencana kenaikan harga BBM, buruh juga meminta upah mereka di tahun 2015 dinaikkan dari Rp 1.500.000 menjadi Rp2.180.000 per bulan.
"Upah saat ini terlalu kecil dan tidak sesuai dengan standar hidup layak di Jombang. Apalagi jika nanti harga BBM dinaikkan, kehidupan buruh akan semakin sulit," kata Samsul Huda, korlap aksi.
Kecewa dengan sikap bupati Jombang yang tak mau keluar menemui mereka, pukul 16.00 nanti seribuan buruh akan kembali bergerak ke Pendopo Kabupaten Jombang untuk mencari bupati.
Dikonfirmasi terpisah, Bupati Jombang Nyono Suharli dengan tegas menyatakan menolak tuntutan buruh.
Menurutnya, UMK di Kabupaten Jombang memang diusulkan naik sesuai hasil kajian dewan pengupahan, dari Rp1.500.000 menjadi Rp1.546.000, bukan Rp2.180.000 seperti yang diinginkan buruh.
Sejak pagi, ribuan buruh dari berbagai perusahaan itu mendatangi Kantor Pemkab Jombang untuk menyuarakan tuntutannya. Mereka menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menuntut kenaikan Umah Minimum Kabupaten (UMK) dari Rp1.500.000 menjadi Rp2.180.000.
Namun, hingga siang hari, Bupati Jombang Nyono Suharli tak menemui mereka. Buruh pun kesal, lalu berusaha memaksa masuk ke Kantor Pemkan Jombang. Petugas dari Polres Jombang yang telah bersiaga, mengadang buruh. Aksi saling dorong tak bisa dihindari.
Beruntung, emosi para buruh berhasil diredam oleh korlap masing-masing sehingga kericuhan tidak terus berlanjut.
Dalam aksinya, buruh menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Buruh menilai kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga berbagai bahan kebutuhan pokok.
Selain menolak rencana kenaikan harga BBM, buruh juga meminta upah mereka di tahun 2015 dinaikkan dari Rp 1.500.000 menjadi Rp2.180.000 per bulan.
"Upah saat ini terlalu kecil dan tidak sesuai dengan standar hidup layak di Jombang. Apalagi jika nanti harga BBM dinaikkan, kehidupan buruh akan semakin sulit," kata Samsul Huda, korlap aksi.
Kecewa dengan sikap bupati Jombang yang tak mau keluar menemui mereka, pukul 16.00 nanti seribuan buruh akan kembali bergerak ke Pendopo Kabupaten Jombang untuk mencari bupati.
Dikonfirmasi terpisah, Bupati Jombang Nyono Suharli dengan tegas menyatakan menolak tuntutan buruh.
Menurutnya, UMK di Kabupaten Jombang memang diusulkan naik sesuai hasil kajian dewan pengupahan, dari Rp1.500.000 menjadi Rp1.546.000, bukan Rp2.180.000 seperti yang diinginkan buruh.
(zik)