Buruh Desak Risma Usulkan UMK Surabaya Rp2,8 Juta

Selasa, 04 November 2014 - 18:28 WIB
Buruh Desak Risma Usulkan...
Buruh Desak Risma Usulkan UMK Surabaya Rp2,8 Juta
A A A
SURABAYA - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Surabaya. Mereka menuntut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Surabaya 2015 sebesar Rp2,8 juta.

Besaran UMK yang diusulkan untuk Surabaya ini, lebih tinggi dibanding kota-kota yang ada disekitar Surabaya. Di Kabupaten Pasuruan, pemerintah setempat mengusulkan UMK sebesar Rp2,7 juta. Besaran usulan UMK Kabupaten Pasuruan ini, sama seperti Kabupaten Sidoarjo yang juga Rp2,7 juta.

“Yang aneh, kabarnya Pemkot Surabaya mengusulkan UMK Surabaya 2015 sebesar Rp2,4 juta. Ini artinya Surabaya hanya naik Rp200.000. Surabaya merupakan kota dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi di Jawa Timur," kata Sekretaris FSPMI Nuruddin disela-sela aksi, Selasa (4/11/2014).

Menurut Nuruddin, dengan usulan UMK Surabaya sebesar Rp2,8 itu, maka ada kenaikan 30% dibanding UMK tahun ini, yakni sebesar Rp2,2 juta. Kenaikan sebesar 30% itu sudah berdasarkan hasil survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Terkait dengan tingginya kenaikan tersebut, kata dia, itu karena ada perubahan item penghitungan dalam komponen KHL. Salah satunya, item tempat tinggal dari sebelumnya kos-kosan menjadi rumah kontrakan.

“Usulan UMK Rp2,8 juta itu belum termasuk ketika pemerintah menaikkan harga BBM. Jika BBM jadi naik sebesar Rp3.000, maka UMK Surabaya kami usulkan Rp3,5 juta,” ujarnya.

Nuruddin mengatakan, aksi kali ini hanya merupakan aksi pemanasan. Pada Kamis 6 Oktober 2014 mendatang, pihaknya akan menggelar aksi yang lebih besar. FSPMI akan mengerahkan seluruh anggota yang ada di kawasan Rungkut Industri. Pihaknya juga mendorong agar Pemkot Surabaya segera mengusulkan UMK 2015.

“Jika pemkot sudah mengusulkan UMK 2015 sebesar Rp2,8 juta, kami akan terus kawal usulan itu. Bahkan sampai di gubernur juga akan kami kawal. Jangan sampai kecolongan seperti tahun lalu. Surabaya mengusulkan Rp2,8 juta, ternyata disahkan menjadi Rp2,2 juta,” paparnya.
(san)
Berita Terkait
Menaker Ungkap 3 Langkah...
Menaker Ungkap 3 Langkah Wujudkan Hasil Konferensi Perburuhan Dunia
Dapat Dukungan Nyapres,...
Dapat Dukungan Nyapres, Ganjar Ajak KSPSI Bahas Agenda Perburuhan
Kembali Potong Pajak...
Kembali Potong Pajak Impor, Inggris Kecualikan Pelanggar HAM dan Perburuhan
Jumhur Hidayat Janji...
Jumhur Hidayat Janji Peraturan Perburuhan Dirombak jika Anies-Muhaimin Menang Pilpres
KSPSI ATUC Kirim Delegasi...
KSPSI ATUC Kirim Delegasi ke Sidang Perburuhan Dunia ILC ke-114 di Jenewa
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
56 menit yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
2 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
3 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
3 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
3 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
4 jam yang lalu
Infografis
Gaji Pokok Tentara Pakistan,...
Gaji Pokok Tentara Pakistan, Sersan Rp14 Juta Per Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved