Angka KDRT di Indonesia Meningkat, Ini Sebabnya

Rabu, 05 November 2014 - 00:02 WIB
Angka KDRT di Indonesia...
Angka KDRT di Indonesia Meningkat, Ini Sebabnya
A A A
SOLO - Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan itu disebabkan oleh berbagai faktor.

Berdasarkan data Komnas Perempuan, pada tahun 2012, sedikitnya ada 8.315 kasus dalam setahun. Jumlah itu mengalami peningkatan di tahun 2013 yang mencapai 11.719 kasus atau naik 3.404 kasus dari tahun sebelumnya.

Aktivis Perempuan asal Jogja Vera Kartika Giantari mengatakan, meningkatnya kasus itu disebabkan karena banyak faktor. Salah satunya dari dalam keluarga itu sendiri, seperti masalah-masalah pribadi, dan antara anggota keluarga.

Faktor lainnya adalah, masih adanya rasa memiliki sepenuhnya yang tertanam pada jiwa kaum laki-laki. Rasa memiliki sepenuhnya itu memicu kaum laki-laki untuk meminta istrinya melakukan hal yang sesuai dengan kemauan mereka.

Sehingga, jika permitaan itu tidak dilaksanakan oleh sang istri, pihak laki-laki akan langsung melakukan KDRT. Menurutnya, dari ribuan hingga belasan ribu kasus yang muncul setiap tahun, kasus KDRT paling banyak dilakukan oleh kaum laki-laki.

“KDRT itu banyak contohnya, mulai kekerasan fisik, kekerasan psikologis, kekerasan seksual, hingga penelantaran dalam rumah tangga,” ucapnya, kepada wartawan, di Balaikota Solo, Selasa (4/10/2014).

Vera berharap, masyarakat peduli dengan para korban KDRT, hal itu dilakukan agar kasus itu bisa diminimalisasi. Kepedulian itu bisa dengan cara mengingatkan sang pelaku KDRT atau melaporkan pelaku kepada pihak yang berwajib.

Apalagi, KDRT memiliki hukum yang jelas dan dijamin dalam undang-undang. Sehingga, masyarakat tidak perlu takut untuk berperan dalam kasus KDRT.

“Beberapa undang-undang telah menjamin agar tindakan KDRT tidak terus terjadi. Salah satunya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga,” terangnya.

Menanggapi hal itu, aktivis perempuan yang juga Anggota DPR RI Oky Asokawati mengatakan, saat ini kekerasan sering terjadi karena pola asuh orangtua yang salah.

Menurutnya, banyak oprangtua yang menerapkan pendidikan yang keliru dan menggunakan sistem kekerasan. Sehingga saat sang anak ataupun anggota keluarga tidak bisa mencapai sesuatu yang diinginkan, maka ada pihak-pihak yang melakukan kekerasan.

“Salah satu contoh saat soerang anak disuruh melakukan sesuatu orangtuanya dan tidak bisa, akhirnya anak itu dipukul, itulah pola asuh yang salah,” pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Perlu Sanksi Sosial...
Perlu Sanksi Sosial bagi Pelaku Kekerasan dalam Rumah Tangga
5 Cara Memulihkan dari...
5 Cara Memulihkan dari Trauma Kekerasan dalam Rumah Tangga
Mengupas UU Penghapusan...
Mengupas UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga
Pandemi Covid-19 Meningkatkan...
Pandemi Covid-19 Meningkatkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Tegaskan KDRT Bukan...
Tegaskan KDRT Bukan Urusan Privat, Partai Perindo: Perlu Sistem dan Tata Kelola Terstruktur-Berkelanjutan
RPA Perindo Dampingi...
RPA Perindo Dampingi Korban Kekerasan Seksual dan KDRT Minta Perlindungan ke LPSK
Berita Terkini
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
5 jam yang lalu
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
7 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
9 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
12 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved