Dinkes Jabar Serukan Siaga Wabah Ebola

Senin, 03 November 2014 - 18:41 WIB
Dinkes Jabar Serukan...
Dinkes Jabar Serukan Siaga Wabah Ebola
A A A
BANDUNG - Adanya dua warga Madiun yang diduga terkena virus mematikan ebola, menjadi kekhawatiran sejumlah daerah untuk waspada, tak terkecuali Jawa Barat (Jabar).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Alma Lucyati mengatakan, pihaknya telah memberikan peringatan kewaspadaan terhadap virus ebola sejak pertama virus ini ramai diperbincangkan.

Bahkan menurutnya, Kementrian Kesehatan RI sudah menekankan perilaku hidup sehat dan bersih, sebagai bentuk pencegahan virus tersebut. “Penyakit akan cepat berkembang pada lingkungan yang kotor, termasuk ebola,” ungkapnya, Senin (3/11/2014).

Terlebih, menurut Alma, penyebaran virus ini sangat cepat, terutama melalui cairan tubuh manusia. Untuk itu, pihaknya berharap, masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Apalagi, masyarakat yang lebih tahu apakah di daerah mereka terdapat warga yang baru pulang dari luar negeri, terutama negara asal pembawa virus ini, yakni Afrika.

Dia mengatakan, pihaknya sudah menginformasikan ke dinas kesehatan kabupaten/kota untuk lebih waspada terhadap warganya dan meningkatkan kesadaran bahayanya penyebaran virus ini.

Salah satunya dengan mensosialisasikan perilaku bersih dan sehat, seperti membiasakan diri mencuci tangan, memiliki jamban dengan septic tank yang aman, tidak membuang ingus atau dahak sembarangan, dan tidak menyentuh cairan tubuh orang lain.

Alma menegaskan, penyebaran virus ini akan semakin diperparah jika di daerah tersebut merupakan daerah padat penduduk. Lingkungan yang kotor dan lembab, mempermudah virus ini berkembang biak.

Kepala Sub Bagian Humas dan Protokoler RSHS Nurul Wulandhani mengatakan, pihaknya telah siaga dna sudah mempersiapkan tim dokter khusus penanganan dan penyebaran virus berbahaya. Tim ini rupanya memang sudah ada sejak tahun 2011.

“Kami memiliki tim dokter khusus untuk virus-virus mematikan, seperti Ebola. Saat virus Sars mewabah Indonesia, kami pun sudah menyiapkannya,” tuturnya.

Dengan menyiapkan Tim Penanganan Kasus Infeksi Khusus ini diharapkan, penanganan terhadap korban virus ebola bisa diisolir dan tidak menyebar ke masyarakat luas.

Tim ini terdiri dari dokter penyakit dalam, penyakit kesehatan anak, radilogin rehabilitas, ahli perawatam intensif, dan beberapa bidang kesehatan lain sebagai penunjang pengentasan virus itu.

“Sejak ramai virus Sars pun kami telah memiliki ruang isolasi khusus, sehingga saat ramai virus ebola, kami sudah siap mengantisipasinya,” tandasnya.
(san)
Berita Terkait
Corona Belum Usai, Virus...
Corona Belum Usai, Virus Ebola Kembali Renggut Nyawa di Kongo
Cegah Penyebaran Ebola,...
Cegah Penyebaran Ebola, Uganda Lockdown Dua Distrik
Otoritas Guinea Umumkan...
Otoritas Guinea Umumkan Darurat Wabah Ebola
Ebola Mewabah di Uganda,...
Ebola Mewabah di Uganda, Negara Afrika Ini Waspada
WHO Umumkan Darurat...
WHO Umumkan Darurat Ebola Global, Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus di Indonesia
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Berita Terkini
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
5 jam yang lalu
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
9 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
9 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
9 jam yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
10 jam yang lalu
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
11 jam yang lalu
Infografis
Takut Perang Nuklir,...
Takut Perang Nuklir, Swedia Serukan Warganya Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved