Ini Kata Dirut MRT Soal Ketidaknyamanan Masyarakat

Senin, 03 November 2014 - 00:24 WIB
Ini Kata Dirut MRT Soal...
Ini Kata Dirut MRT Soal Ketidaknyamanan Masyarakat
A A A
JAKARTA - PT MRT Jakarta mengakui pengerjaan konstruksi MRT membuat kenyamanan masyarakat Ibu Kota terganggu.

Dirut PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan, pembangunan konstruksi MRT yang sedang berlangsung telah melewati studi.

Sehingga terjadinya kerusakan seperti pengupasan jalur hijau dan pohon di jalur, serta pengalihan lalu lintas merupakan dalam rangka untuk mempertahankan kondisi kota tetap berfungsi seperti semula.

"Kami berusaha sebaik mungkin. Harus diakui pembangunan MRT ini membuat kenyamanan masyarakat terganggu. Atas itu kami mohon maaf dan meminta pengertiannya," ujar Dono Boestami kepada wartawan, Minggu (2/11/2014).

Lebih jauh dia menyebutkan, sampai sekarang progres pekerjaan MRT telah memasuki pembangunan fondasi jalur layang (elevated). Pekerjaan itu memakan waktu tiga bulan.

Selama itu median jalan akan dipagari. Pemagaran itu untuk masuk pada tahapan pengeboran dan pembongkaran permukaannya.

Sehingga para pengguna jalan akan terganggu kenyamanannya dalam berlalu lintas. Titik jalur layang yang dikerjakan pertama dari Stasiun Blok M Plaza dan Stasiun Sisingamaraja.

"Gangguan lalu lintas ini karena ada rekayasa lalu lintas yang disertai dengan pengurangan jumlah lajur jalan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," sambung Dono Boestami.

Tahapan kerja selama tiga bulan itu, meliputi pekerjaan persiapan dan pemagaran median jalan dan lampu merah Blok M, pengeboran dan piling di depan Taman Martha Tiahahu dan pekerjaan Pile Cap.

Pekerjaan jalur layang ini dilakukan tiga paket. Setiap paket dikerjakan oleh kontraktor asal Jepang berkolaborasi dengan perusahaan domestik.

Pada Paket CP 101 (Depo dan di jalur sekitar Lebak Bulus) sepanjang 1,21 km dan Paket CP 102 (Fatmawati-Cipete) sepanjang 4,74 km dikerjakan oleh Tokyu-Wijaya Karya (Wika) Join Operation.

Paket CP 103 (Stasiun Haji Nawi Stasiun Sisingamaraja) sepanjang 3,84 yang dikerjakan secara joint venture Obayashi-Shimizu-Jaya Konstruksi.
(whb)
Berita Terkait
Proyek MRT Fase 2A Tahun...
Proyek MRT Fase 2A Tahun Ini Ditargetkan Capai 23%
Begini Progres MRT Fase...
Begini Progres MRT Fase 2 pada Jalur Bundaran HI-Harmoni
Stasiun Thamrin Bakal...
Stasiun Thamrin Bakal Jadi Stasiun MRT Terpanjang, Begini Penampakannya
Pengerjaan MRT Fase...
Pengerjaan MRT Fase II, JPO Bank Indonesia Mulai Dibongkar
Didanai Korsel, DKI...
Didanai Korsel, DKI Bangun MRT Jakarta Fase IV Fatmawati-Kampung Rambutan
Skybridge MRT Lebak...
Skybridge MRT Lebak Bulus Ditargetkan Rampung November Ini
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
2 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
4 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
5 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
7 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
7 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
8 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved