Penetapan UMP Harus Berdasarkan Survei Lapangan

Kamis, 30 Oktober 2014 - 16:20 WIB
Penetapan UMP Harus...
Penetapan UMP Harus Berdasarkan Survei Lapangan
A A A
PALEMBANG - Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan harus berdasarkan survei lapangan. Hal itu dikatakan Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati, menanggapi tuntutan dari massa demonstran buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sumsel.

"Penghitungan untuk kenaikan UMP memang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan untuk mendapatkan angka tersebut harus melalui hasil survei sehingga dapat mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan dari para buruh," ujarnya, Kamis (30/10/2014).

Kendati demikian, lanjut Anita, UMP bukan hanya kewenangan pemprov. Banyak pihak yang terlibat, yakni dewan pengupahan, organisasi pekerja/buruh, pihak asosiasi pengusaha, dan pemerintah. Artinya, ada pembahasan bersama untuk mencapai kesepakatan dalam menetapkan UMP, tanpa terkecuali UMP yang sudah ditandatangani gubernur Sumsel sebesar Rp1,97 juta untuk 2015.

"Di sini memang pengusaha juga harus memiliki standardisasi UMP untuk mengakomodir kebutuhan dari pekerjanya. Hal demikian pula dengan pekerja, yang semestinya mengerti atau memahami situasi yang ada," harap Anita.

Lanjut Anita, berkaitan dengan rencana kenaikan BBM, hal itu harus diikuti dengan kenaikan UMP. Sebab, kenaikan BBM pasti akan diikuti kenaikan harga kebutuhan lainnya.

"Meski tidak memiliki kewenangan penuh, untuk kenaikan UMP, dengan mempertimbangkan itu semua, sudah sepantasnya pemprov berinisiatif untuk mengevaluasi apa yang sudah dibuat," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, ribuan buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sumatera Selatan (Sumsel) menuntut UMP sebesar Rp3.490.000 per bulan.

Angka itu, menurut KASBI, sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di daerah tersebut.
(zik)
Berita Terkait
Menaker Ungkap 3 Langkah...
Menaker Ungkap 3 Langkah Wujudkan Hasil Konferensi Perburuhan Dunia
Dapat Dukungan Nyapres,...
Dapat Dukungan Nyapres, Ganjar Ajak KSPSI Bahas Agenda Perburuhan
Kembali Potong Pajak...
Kembali Potong Pajak Impor, Inggris Kecualikan Pelanggar HAM dan Perburuhan
Jumhur Hidayat Janji...
Jumhur Hidayat Janji Peraturan Perburuhan Dirombak jika Anies-Muhaimin Menang Pilpres
KSPSI ATUC Kirim Delegasi...
KSPSI ATUC Kirim Delegasi ke Sidang Perburuhan Dunia ILC ke-114 di Jenewa
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
3 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
3 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
4 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
5 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
6 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
7 jam yang lalu
Infografis
Atasi Tawuran, Pemprov...
Atasi Tawuran, Pemprov Jakarta Bakal Buka 500.000 Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved