Pamekasan Siap Jadi Basis Tembakau Nasional

Kamis, 30 Oktober 2014 - 04:15 WIB
Pamekasan Siap Jadi...
Pamekasan Siap Jadi Basis Tembakau Nasional
A A A
PAMEKASAN - Kabupaten Pamekasan serius menjadi tumpuan (basis) tembakau secara nasional. Pamekasan menyiapkan lahan seluas 32.000 hektare untuk menanam tembakau berkualitas.

Lahan petani yang dialokasikan menanam tembakau bakal menjadi lokasi yang berkualitas. Meski demikian, lahan khusus yang akan dijadikan sebagai basis tembakau bakal dikurangi dari 32.000 hektar menjadi 27.000 hektar.

"Luas area untuk tembakau yang produktif dan berkualitas kemungkinan berkurang menjadi 27.000 hektare. Itu sudah mencukupi kebutuhan pabrik rokok secara nasional," kata Kabid Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pamekasan, Suharto disela-sela peringatan Hari Petani Tembakau se-Dunia di Pendopo Kabupaten Pamekasan, Rabu (29/10/2014).

Hingga saat ini, ujar Suharto, pemesanan tembakau dari pabrik cukup besar. Rata-rata pemesannya mencapai 20.000 ton per bulan. Tembakau ini akan dipakai untuk pembuatan rokok kretek di Indonesia, bahkan di ekspor ke luar negeri.

Ketertarikan pemerintah penjadikan Pamekasan sebagai basis tembakau nasional karena kualitas tembakau di Pamekasan berbeda dengan daerah lain. Tembakau Pamekasan memiliki semi aromatik yang menjadikan pengguna tertarik. "Makanya, kita akan jaga kualitas secara serius," ujar dia.

Bupati Pamekasan, Ahmad Syafei Yasin mengatakan, pemerintah Pamekasan serius mendidik petani dalam bercocok tanam tembakau. Karena, tembakau telah menjadi sumber penghidupan yang terbanyak bagi masyarakatnya.

"Penghasilan terbesar dari tembakau, ada sekitar 80% warga Pamekasan menggantungkan diri pada tembakau," katanya. Untuk itu, Pamekasan akan membantu menyediakan bibit unggul supaya kualitas tembakau terjaga dengan baik.

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memberikan dukungan penuh terhadap sikap pemerintah yang secara konsisten menolak aksesi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau, atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang diusung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

APTI meyakini bahwa FCTC dan berbagai bentuk pedomannya mengancam mata pencaharian jutaan masyarakat Indonesia yang bergantung pada sektor tembakau nasional, khususnya petani tembakau.
(lis)
Berita Terkait
Dianggap Merugikan,...
Dianggap Merugikan, Petani Siap Demo Penolakan RPP Kesehatan
Kisah Inspiratif Karyawan...
Kisah Inspiratif Karyawan SKT Sampoerna: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang
Didominasi Perempuan,...
Didominasi Perempuan, Pekerja di Industri Hasil Tembakau Mayoritas Jadi Tulang Punggung Keluarga
Cerita Paino, Kesejahteraan...
Cerita Paino, Kesejahteraan Meningkat hingga Kuliahkan Anak Berkat Bertani Tembakau
Petani Tembakau di Gresik...
Petani Tembakau di Gresik Keluhkan Kelangkaan Pupuk dan Harga Anjlok saat Panen
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Berita Terkini
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
43 menit yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
7 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
7 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
7 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
7 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved