Bekasi Butuh Rp250 M, Ahok: Rp2,5 T Tak Masalah
Selasa, 28 Oktober 2014 - 15:12 WIB
Bekasi Butuh Rp250 M, Ahok: Rp2,5 T Tak Masalah
A
A
A
JAKARTA - Pertemuan tertutup antara Pemkot Bekasi dan Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah usai. Pertemuan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Ahok selama satu jam.
Dalam pertemuan itu, kata Rahmat Effendi, banyak hal yang dibicarakannya dengan Ahok. Mulai dari tata ruang kota hingga pelebaran jalan.
"Ya take and give, banyak macam, tata ruang, transportasi, pelebaran kali, yang penting dapat bermanfaat dalam nilai," kata pria yang biasa disapa Pepen itu kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/10/2014).
Untuk semuanya itu, kata Pepen, pihaknya membutuhkan anggaran sebanyak Rp250 miliar. Hal itu berdasarkan penghitungan yang sudah dilakukan pihaknya.
Sementara itu, Ahok mengaku tak mempermasalahkan biaya yang diminta. Asalkan, Pemkot Bekasi bisa membantu masalah yang terjadi di Jakarta seperti macet dan banjir.
"Saya kira ini bukan soal uang, mau Rp1 triliun, Rp2,5 triliun itu bukan persoalan. Bagi DKI, kami tidak mengambil hak kekuasaan namun mengambil tanggung jawab kami sebagai mitra," katanya di tempat yang sama.
Menurut Ahok, jika Bekasi sudah menerima uang kemitraan itu, maka harus segera dikerjakan apa yang menjadi kebutuhan Jakarta. Namun ini perlu dukungan DPRD dan tentunya ada laporan hasil dari pemberian bantuan kepada mitra.
"Ya sama-sama mengawasi lah, kan sudah ketat juga nih baik Jakarta dan Bekasi. Saya yakin Wali Kota enggak mau masuk penjara. DPRD juga harus bantu kita nih, kan ini untuk DKI," pungkasnya.
Dalam pertemuan itu, kata Rahmat Effendi, banyak hal yang dibicarakannya dengan Ahok. Mulai dari tata ruang kota hingga pelebaran jalan.
"Ya take and give, banyak macam, tata ruang, transportasi, pelebaran kali, yang penting dapat bermanfaat dalam nilai," kata pria yang biasa disapa Pepen itu kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/10/2014).
Untuk semuanya itu, kata Pepen, pihaknya membutuhkan anggaran sebanyak Rp250 miliar. Hal itu berdasarkan penghitungan yang sudah dilakukan pihaknya.
Sementara itu, Ahok mengaku tak mempermasalahkan biaya yang diminta. Asalkan, Pemkot Bekasi bisa membantu masalah yang terjadi di Jakarta seperti macet dan banjir.
"Saya kira ini bukan soal uang, mau Rp1 triliun, Rp2,5 triliun itu bukan persoalan. Bagi DKI, kami tidak mengambil hak kekuasaan namun mengambil tanggung jawab kami sebagai mitra," katanya di tempat yang sama.
Menurut Ahok, jika Bekasi sudah menerima uang kemitraan itu, maka harus segera dikerjakan apa yang menjadi kebutuhan Jakarta. Namun ini perlu dukungan DPRD dan tentunya ada laporan hasil dari pemberian bantuan kepada mitra.
"Ya sama-sama mengawasi lah, kan sudah ketat juga nih baik Jakarta dan Bekasi. Saya yakin Wali Kota enggak mau masuk penjara. DPRD juga harus bantu kita nih, kan ini untuk DKI," pungkasnya.
(mhd)