Warung Remang Saradan Segera Jadi Rest Area

Senin, 27 Oktober 2014 - 18:02 WIB
Warung Remang Saradan...
Warung Remang Saradan Segera Jadi Rest Area
A A A
MADIUN - Puluhan bangunan liar yang menjadi warung remang-remang atau warung esek-esek di Jalur Ring Road Saradan akan berubah wajah menjadi rest area.

PT KAI dan Pemkab Madiun segera memfungsikan lahan yang semula merupakan lahan warung remang-remang Saradan tersebut menjadi rest area.

Pemkab Madiun dan PT KAI pun memberikan batas waktu hingga akhir tahun 2014 kepada para penghuni warung liar di Jalur Ring Road Saradan untuk segera membongkar bangunan liar miliknya.

Data yang dihimpun menyebutkan, saat ini terdapat 73 bangunan liar berdiri di atas tanah milik PT KAI. Tepatnya di Jalur Ring Road Dusun Petung, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Bangunan ini dihuni sekitar 111 orang yang terdiri dari pemilik warung maupun penjaja seks.

“Rencananya, lokasi tersebut akan dibangun stasiun dan dijadikan lahan rest area. Stasiun Wilangan akan digeser ke lokasi tersebut mengingat Stasiun Wilangan, Kabupaten Nganjuk berada pada jalur tebing. Untuk memperlancar proyek tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan bakal membangun jalur double track Madiun-Surabaya,” ungkap Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun, Supriyanto, Senin (27/10/2014).

Menurut dia, PT KAI telah menyepakati kerjasama penertiban yang akan dilaksanakan bertahap.

“Pokoknya, akhir Tahun 2014 ini jalur ring road itu harus bersih dari berbagai bangunan mulai berbentuk warung makanan dan minuman, rumah pribadi, rumah karaoke, hingga berbagai bentuk usaha lainnya yang semakin menjamur sekarang ini,” katanya.

Kepala Satpol PP Pemkab Madiun Agus Budi Wahyono menegaskan, sosialisasi penertiban warung remang-remang dan karaoke di sepanjang Jalur Ring Road Saradan sudah dilaksanakan.

Oleh karenanya, konsep penertibannya akan dilaksanakan dengan membongkar bangunannya sendiri.

“Tetapi, kalau deadline pembongkaran bangunan sendiri tak dilaksanakan sampai akhir tahun 2014, maka kami Satpol PP dan PT KAI Daop VII Madiun yang bakal bertindak menertibkannya,” timpalnya.

Kepala Dinas Koperasi, Industri, Perdagangan dan Pariwisata (Dinkoperindagpar) Pemkab Madiun, Tontro Pahlawanto menegaskan kesepakatan antara Pemkab Madiun dengan PT KAI Daop VII Madiun ada dua tahap.

Pertama kesepakatan mengenai penertiban agar lokasi Tugu Selamat Datang di Kabupaten Madiun tidak menjadi ajang prostitusi liar. Sedangkan kesepakatan kedua kedua adalah soal pemanfaatan lahan pasca ada penertiban.

“Nah, sekarang kalau sudah ada wacana double track dan stasiun baru di lokasi penertiban itu, maka kalau dimanfaatkan untuk rest area maka kami tinggal menunggu sisa lahannya yang ditertibkan itu tinggal berapa. Baru kami bisa memutuskan lokasi layak untuk rest area atau tidak karena lokasi akan kami jadikan sampel UKM di seluruh Madiun baik makanan maupun hasil UKM lainnya,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Penertiban Bangunan...
Penertiban Bangunan Liar di Jalan Cijagra Bandung
Penertiban Bangunan...
Penertiban Bangunan Liar di Kawasan Pinggir Rel Stasiun Ancol
Penertiban Bangunan...
Penertiban Bangunan Liar di Area Velodrome Deli Serdang
Petugas Gabungan Bongkar...
Petugas Gabungan Bongkar Puluhan Lapak PKL di Bantaran Kali Trembesi Pademangan
Tolak Penertiban Bangunan...
Tolak Penertiban Bangunan Karaoke, Ribuan Warga Cilegon Sandera Alat Berat Petugas
Warga Ancam Demo jika...
Warga Ancam Demo jika Pasar Tumpah Merdeka Bogor Tak Ditertibkan
Berita Terkini
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
27 menit yang lalu
Aksi Perampokan di Menteng,...
Aksi Perampokan di Menteng, Korban Kritis Akibat 7 Luka Tusuk
43 menit yang lalu
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
2 jam yang lalu
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
3 jam yang lalu
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
3 jam yang lalu
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved