Fasilitas Bawah Tanah di Ibu Kota Tidak Terawat

Senin, 27 Oktober 2014 - 00:20 WIB
Fasilitas Bawah Tanah...
Fasilitas Bawah Tanah di Ibu Kota Tidak Terawat
A A A
JAKARTA - Tempat penyeberangan orang (TPO) bawah tanah Taman Sari, Jakarta Barat kondisinya tidak terawat.

Pantauan Sindonews, tempat penyebrangan yang menghubungkan antara Museum Bank Mandiri menuju Stasiun Beos Jakarta Kota kondisinya sangat memprihatinkan.

Dari mulai sampah yang berserakan, keberadaan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), hingga puluhan PKL ada di tempat penyeberangan orang bawah tanah yang dibangun sejak 2008 itu.

Yopie (23) pedagang roti di TPO bawah tanah mengatakan, sejak berdagang enam bulan lalu, area TPO memang sangat tidak terawat. Padahal, setiap hari untuk berjualan para PKL dipungut biaya retribusi.

"Kalau dagang dari pukul 06.30 -18.00 WIB dikenakan biaya Rp150.000. Dari pukul 14.00-18.00 WIB itu Rp50.000. Kita di sini sama saja berjualan untuk Dishub," kata Yopie saat ditemui di TPO bawah tanah, Minggu 26 Oktober kemarin.

Yopie mengaku, biaya tersebut sangat memberatkan. Apalagi penghasilan bersih per hari yang didapatnya hanya Rp100.000 dibagi dua orang pekerja.

Pengguna TPO bawah tanah, Sulastri (43) mengaku terganggu dengan banyaknya PKL dan PMKS.
Sebab, dalam menjajakan dagangannya, mereka sering memaksa untuk membeli.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar berjanji akan segera memperbaiki dan meningkatkan pengawasan TPO tersebut.

"Kami sedang menyusun kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengelola TPO tersebut. Saat ini kami sudah mendapatkan investor dan kami sedang mencari aturan mainnya," kata Akbar saat dihubungi Minggu 26 Oktober kemarin.

Akbar mengakui jika saat ini TPO itu banyak dipenuhi para PKL. Namun menurutnya hal itu terjadi ketika pada hari libur saja, dimana peningkatan pengunjung yang memancing keberadaan PKL tersebut.

Meski sempat kaget ketika ditanya soal retribusi PKL ke petugas Dishub, Akbar menjelaskan retribusi tersebut digunakan untuk membayar petugas cleaning service.

"Jumlah PKL masih dalam batasan lah, tidak sampai mengganggu pengguna JPO. Rencananya para PKL tersebut akan dibuatkan stan-stan untuk berdagang," jelasnya.
(whb)
Berita Terkait
Pastikan Distribusi...
Pastikan Distribusi BBM dan LPG Lancar, Direktur Pertamina Tinjau Langsung Satgas RAFI 2021
Serobot Lahan Warga...
Serobot Lahan Warga Sejak Tahun 2019, Ini Alasan Ketua RT Ngamuk ke Pemilik Ruko di Pluit
Halte BNN Cawang Transjakarta...
Halte BNN Cawang Transjakarta Mangkrak, Pelat Besi Hilang dan Rangka Berkarat
Minimnya Fasilitas Sosial...
Minimnya Fasilitas Sosial di Kanal Banjir Barat
Warga Srikaton Dapat...
Warga Srikaton Dapat Bantuan Fasilitas Penerangan dari Srikandi Ganjar
Kerugian Rp51 Miliar,...
Kerugian Rp51 Miliar, Pemprov DKI Bersihkan Fasilitas Publik Pascademo
Berita Terkini
Polisi Pastikan Aktivitas...
Polisi Pastikan Aktivitas Masyarakat Normal Buntut Bentrok di Menteng: TNI-Polri Tetap Siaga
6 menit yang lalu
Polisi Tetapkan 7 Tersangka...
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng
1 jam yang lalu
Puslabfor Polri Datangi...
Puslabfor Polri Datangi Klinik Mordent, Olah TKP Lanjutan Kematian Sutrimo
1 jam yang lalu
6 Anggota Polres Tangsel...
6 Anggota Polres Tangsel Termasuk Kasat Narkoba Diserahkan ke Paminal Polda Metro
1 jam yang lalu
Bea Cukai Kediri Gagalkan...
Bea Cukai Kediri Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal Senilai Rp4,7 Miliar selama Juni 2026
1 jam yang lalu
Gebyar Kebaya di SCBD,...
Gebyar Kebaya di SCBD, Rayakan Jati Diri Perempuan Indonesia
1 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved