Pembongkaran Replika Kapal Cheng Ho Molor

Minggu, 26 Oktober 2014 - 17:31 WIB
Pembongkaran Replika...
Pembongkaran Replika Kapal Cheng Ho Molor
A A A
SEMARANG - Proses pembongkaran replika kapal Laksamana Cheng Ho di penampang basah Kali Semarang dipastikan molor. Sempitnya akses serta kualitas bangunan yang super menjadi penyebabnya.

Pantauan KORAN SINDO di lapangan, proses pembongkaran masih terus dilakukan hingga kemarin. Belasan petugas melakukan pembongkaran secara manual, yakni menghancurkan dek kapal menggunakan palu dan memotong besi menggunakan alat las.

Meski pembongkaran telah dilakukan selama 10 hari terakhir, belum ada tanda-tanda pembongkaran akan selesai. Dek kapal yang terbuat dari beton dan besi masih terlihat utuh. “Secara keseluruhan pembongkaran baru berjalan 30%. Waktu yang telah ditentukan untuk pembongkaran selama 10 hari terhitung sejak 16 Oktober dipastikan tidak mencukupi,” kata pengawas pembongkaran kapal Cheng Ho dari Dinas PSDA ESDM Kota Semarang Sugi saat ditemui di lokasi pembongkaran kemarin.

Sugi mengatakan, hal yang menyulitkan adalah sempitnya akses untuk masuk alat berat di lokasi itu. Selain itu, kualitas bangunan super. “Ini bukan seperti bangunan lainnya, kualitasnya super karena dulu saat membangun didesain dengan jangka waktu lama dan tidak akan dibongkar. Setidaknya, kami membutuhkan waktu 10 hari lagi untuk menyelesaikan proses pembongkaran ini,” tandasnya.

Selain kualitas cor-coran yang super, replika kapal Cheng Ho tersebut dibangun menggunakan besi sebagai penyangganya. Untuk membongkarnya, pihaknya terpaksa melakukan pemotongan terlebih dahulu secara manual menggunakan alat las. “Setelah di potong, baru bisa diangkat menggunakan crane untuk dipindahkan. Proses pemotongan yang dilakukan manual itu juga yang membuat pembongkaran memakan waktu lama,” ujar Sugi.

Warga yang tinggal di sekitar Kali Semarang berharap pembongkaran segera diselesaikan. Dengan begitu, proses normalisasi Kali Semarang akan segera dilakukan sehingga nantinya warga di sekitar akan terhindar dari bencana banjir.

“Apalagi ini sudah masuk musim penghujan, bagaimana mau normalisasi kalau pembongkaran saja belum selesai. Kami harap pembongkaran dipercepat,” kata Yuan, 52, salah satu warga.

Pengamat budaya Tionghoa Yongki Tio menyayangkan pembongkaran replika kapal Cheng Ho yang dilakukan saat ini. Pembongkaran terkesan asal dan membuat bahan bangunan menjadi rusak.

“Keberadaan replika kapal Cheng Ho tersebut sangat mempengaruhi pariwisata di Kota Semarang. Kenapa ini tidak dipertahankan saja. Bekas bongkaran yang sudah ada saat ini dapat dimanfaatkan untuk membangun di tempat lain, misalnya di Banjir Kanal Barat (BKB) atau Sam Poo Kong. Dengan begitu, pemanfaatannya akan lebih luas,” katanya.

Andika prabowo
(bbg)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Fregat Merah...
Spesifikasi Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih dengan Senjata Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved