Dukun Pengganda Uang Tipu Purnawirawan Polisi Rp1,8 M

Jum'at, 24 Oktober 2014 - 16:30 WIB
Dukun Pengganda Uang...
Dukun Pengganda Uang Tipu Purnawirawan Polisi Rp1,8 M
A A A
KENDAL - Berdalih bisa melipat gandakan uang, Rio Ronggo Tohjoyo seorang warga Surakarta diamankan polisi karena menipu Pariadi, purnawirawan polisi hingga miliaran rupiah.

Korban yang tinggal di Asrama Polisi, Kalisari Semarang ini mempunyai usaha peternakan sapi dan rela menyetorkan uang lebih dari Rp1 miliar dengan harapan bisa mendapatkan uang lebih banyak untuk membayar utang.

Namun janji pelaku warga Jebres, Kota Surakarta ini tidak terbukti. Uang yang dijanjikan tidak juga berlipat.

Modus pelaku dengan melakukan ritual mendatangkan seorang kiai namun uang yang dijanjikan akan berlipat hanya berisi bangkai ular.

Tersangka Rio Ronggo Tohjoyo mengatakan, awalnya dia dihubungi teman korban untuk bisa menggandakan uang.

Dia kemudian bekerjasama dengan teman korban yang masih buron itu mengenalkan kepada seorang kiai bernama Imron.

Ritualpun dilakukan di tempat usaha korban di peternakan sapi di Desa Boja, Kecamatan Boja, Kendal, Jawa Tengah.

Awalnya korban diminta menyiapkan uang Rp126 juta untuk membeli minyak wangi yang akan digunakan untuk ritual.

Namun korban diminta kembali menyiapkan uang Rp79 juta sebagai sarana membeli peralatan ritual dan tiga kardus mi instan untuk tempat uang hasil penggandaan.

“Korban percaya dengan ritual palsu dan kiai karena ditunjukan uang pecahan seratus ribu rupiah di dalam kardus, “ ungkap Rio.

Bahkan untuk menyakinkan korbannya uang dari kardus diberikan dan digunakan untuk berbelanja. Rio menjelaskan uang dari korban diberikan dalam bentuk tunai dan sebagian lagi di transfer melalui rekening.

Ritual dengan Kiai Imron, kata dia, sebenarnya tidak berhasil namun dirinya terus memperdayai korban dengan mengenalkan kepada kiai lainnya.

Rio mengaku akan mengenalkan korban ke Abah Sukron yang menurutnya lebih bagus dari Kiai Imron sebelumnya korban kembali diminta uang untuk memudahkan ritual pengandaan uang.

Kapolres Kendal AKBP Haryo Sugihartono mengatakan, ritual dengan Abah Sukron tidak pernah dilakukan oleh tersangka.

Korban sendiri mengaku sudah mengeluarkan uang hingga Rp1,8 miliar. Namun uang yang dipakai oleh tersangka Rio Ringgo Tohjoyo sebesar Rp297 juta.

“Tersangka bakal dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun, “ tandas Kapolres.

Polisi, kata dia, juga telah menyita bunga yang digunakan untuk ritual penggandaan uang kardus dan sejumlah peralatan ritual sebagai barang bukti.
(sms)
Berita Terkait
Kasus Penipuan WO Ayu...
Kasus Penipuan WO Ayu Puspita: 207 Korban, Kerugian Capai Rp11,5 Miliar
Waspadalah, Ini Jenis-jenis...
Waspadalah, Ini Jenis-jenis Penipuan di Online Shop yang Sering Terjadi
Kisahnya Dijadikan Film,...
Kisahnya Dijadikan Film, Berikut 10 Tukang Tipu Paling Terkenal
Demi Cuan, Waspadai...
Demi Cuan, Waspadai Modus-modus Pengemis Gadungan Ini
5 Mobil Mewah dan Rp52,5...
5 Mobil Mewah dan Rp52,5 Miliar Disita dalam Kasus Penipuan Robot Trading NET89, Bareskrim Polri Ungkap Aset Terka
Polrestabes Surabaya...
Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Berita Terkini
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
1 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
2 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
2 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
2 jam yang lalu
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
3 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved