PRT Gasak Rp1 Miliar, Ini Kata Kriminolog

Kamis, 23 Oktober 2014 - 00:40 WIB
PRT Gasak Rp1 Miliar,...
PRT Gasak Rp1 Miliar, Ini Kata Kriminolog
A A A
JAKARTA - Aksi pencurian yang dilakukan PRT di rumah majikan mengindikasikan bila pelaku merupakan bagian dari sindikat kejahatan dengan modus pura-pura sebagai PRT.

Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Bambang Widodo Umar mengatakan, pelaku pencurian di rumah mewah diindikasikan sebagai pelaku berpendidikan, cerdas dan tentu sifatnya adalah berkelompok.

"Mereka memiliki gaya hidup yang sama seperti objek sasaran. Pelaku bukanlah orang sembarangan. Mereka menyamakan gaya hidup dengan objeknya misalnya menginap di hotel atau menggunakan kendaraan," kata Bambang saat dihubungi Sindonews, Rabu (22/10/2014).

Menurut Bambang, pelaku biasanya adalah pemain yang sudah terbiasa dan mempelajari sasaran terlebih dahulu.

Mereka kemudian berkelompok dan merancang rencana pencurian sesuai sasaran. Pelaku juga tidak hanya beroperasi di satu kota. Tetapi beroperasi secara random di kota-kota besar lainnya.

"Kalau hanya di satu kota saja tentu sangat mudah diketahui. Biasanya mereka berpindah dan organized," tegasnya.

Modus menjadi PRT dengan sasaran rumah mewah, kata Bambang, tentunya menandakan pelaku mempertimbangkan faktor keselamatan diri.

Dengan beraksi di rumah mewah yang kerap ditinggal penghuni maka pelaku dengan leluasa bertindak.

Bambang menduga, pelaku sudah merancang sedemikian rupa sehingga kalau aksinya ketahuan maka sudah ada safety house (perlindungan) untuk si pelaku.

Sementara, kriminolog Universitas Asyafi'iah, Masriadi Pasaribu melihat bahwa kasus seperti ini merupakan modus lama di mana PRT hanya dijadikan kedok untuk melancarkan aksi pencuriannya.

Untuk itu sudah saatnya pemerintah membuat kebijakan untuk membawahi pembantu rumah tangga.

Tujuannya agar setiap pembantu bisa dijangkau dan didata, sehingga ketika ada kejadian pencurian atau tindakan pemukulan, bisa segera ditindaklanjuti.

"Harusnya ada sebuah lembaga yang menaungi pembantu rumah tangga," ujarnya.
(whb)
Berita Terkait
Empat WNI Pakistan Terjerat...
Empat WNI Pakistan Terjerat Kasus Pencurian di Surabaya
Google Nyerah Hadapi...
Google Nyerah Hadapi Malware Joker, Dihapus Tetap Saja Mengancam
Cermati, Ini 8 Cara...
Cermati, Ini 8 Cara Hindari Kejahatan Skimming ATM
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Polisi Lumpuhkan Pelaku...
Polisi Lumpuhkan Pelaku Pencurian Motor
Terlibat Pencurian Ikan...
Terlibat Pencurian Ikan Ilegal, 24 Nelayan Vietnam Dideportasi
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
6 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
6 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
7 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
7 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
9 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
10 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved