Ahok: Warga Tak Dilatih Buang Sampah di Tempatnya
Selasa, 21 Oktober 2014 - 16:02 WIB
Ahok: Warga Tak Dilatih Buang Sampah di Tempatnya
A
A
A
JAKARTA - Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan sebagian masyarakat tidak dilatih untuk membuang sampah pada tempatnya.
Hal itu diutarakan Ahok menyikapi lautan sampah yang berserakan di Kawasan Monas pasca-Pesta Rakyat semalam.
Ahok menuturkan, banyaknya sampah berserakan tak dapat dihindari karena banyaknya masyarakat yang memadati Monas.
"Orangnya banyak (yang memadati Monas), dan tidak pernah dilatih buat buang sampah di kantongnya," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/10/2014).
Ahok menambahkan, imbas dari banyaknya warga yang menyaksikan kegiatan semalam juga berujung kepada kerusakan di sejumlah taman.
"Kita pasrah saja. Pemprov DKI yang akan memperbaiki kerusakan taman itu," ungkapnya.
Ahok menuturkan, tidak mungkin meminta pertanggungjawaban panitia penyelenggara pesta rakyat tersebut.
"Kan memang tidak ada penyelenggara, itu semua relawan (Jokowi-JK). Orang yang di KPU saja dimintai (tanggung jawab) enggak kasih. Di MK dan KPU saja jelas parpolnya, kita tulis surat juga enggak dibayar. Terus nagihnya bagaimana? Ya sudah kita kerjain saja sendiri," pungkasnya.
Hal itu diutarakan Ahok menyikapi lautan sampah yang berserakan di Kawasan Monas pasca-Pesta Rakyat semalam.
Ahok menuturkan, banyaknya sampah berserakan tak dapat dihindari karena banyaknya masyarakat yang memadati Monas.
"Orangnya banyak (yang memadati Monas), dan tidak pernah dilatih buat buang sampah di kantongnya," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/10/2014).
Ahok menambahkan, imbas dari banyaknya warga yang menyaksikan kegiatan semalam juga berujung kepada kerusakan di sejumlah taman.
"Kita pasrah saja. Pemprov DKI yang akan memperbaiki kerusakan taman itu," ungkapnya.
Ahok menuturkan, tidak mungkin meminta pertanggungjawaban panitia penyelenggara pesta rakyat tersebut.
"Kan memang tidak ada penyelenggara, itu semua relawan (Jokowi-JK). Orang yang di KPU saja dimintai (tanggung jawab) enggak kasih. Di MK dan KPU saja jelas parpolnya, kita tulis surat juga enggak dibayar. Terus nagihnya bagaimana? Ya sudah kita kerjain saja sendiri," pungkasnya.
(whb)