Berisi Bahaya Seks Bebas, Buku Penjaskes SMA Dipersoalkan

Selasa, 14 Oktober 2014 - 17:45 WIB
Berisi Bahaya Seks Bebas,...
Berisi Bahaya Seks Bebas, Buku Penjaskes SMA Dipersoalkan
A A A
BANDUNG - Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) mempersoalkan buku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ke setiap sekolah tingkat SMA.

Yang dipersoalkan adalah halaman 128 dan 129. Pada halaman 128, disebutkan soal bahaya melakukan seks bebas bagi wanita. Disebutkan bahwa saat wanita kehilangan kegadisannya, seumur hidup akan menderita.

Dituliskan juga, berbeda dengan wanita, keperjakaan pria tidak pernah bisa dibuktikan. Sementara dengan pemeriksaan dokter kandungan dapat ditentukan apakah seorang gadis masih utuh selaput daranya atau tidak.

"Ini seakan-akan mendiskreditkan perempuan bahwa seks sangat merugikan perempuan, tapi bagi laki-laki seolah tidak apa-apa karena tidak ada bekasnya," kata Sekjen FGII, Iwan Hermawan di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Selasa (14/10/2014).

Dengan kalimat semacam itu, ia khawatir siswa laki-laki justru terpancing melakukan seks bebas karena keperjakaan laki-laki sulit dibuktikan meskipun sudah tidak perjaka.

Berikutnya yang dipersoalkan adalah adanya tips berpacaran di halaman 128. Disebutkan ada lima tips, di antaranya niatkan tujuan pacaran adalah untuk saling mengenal lebih dekat, hindari tempat yang terlalu sepi atau tempat yang mengandung aktivitas seksual, selanjutnya adalah hindari makan makanan yang merangsang sebelum atau selama pacaran.

"Tips ini tidak edukatif. Ini harusnya bukan konsumsi murid yang diberikan oleh guru. Harusnya jangan terlalu dieksplisitkan seperti itu," cetus Iwan.

Hal ketiga yang dipersoalkan adalah adanya ilustrasi laki-laki dan perempuan berpakaian muslimah yang sedang berpacaran sehat dengan latar belakang air terjun. "Kenapa pacaran sehat mesti digambarkan dengan orang yang berpakaian muslim," sesalnya.

Iwan menyatakan, yang disesalkannya adalah buku tersebut dikeluarkan oleh Kemendikbud. Apalagi penyelia penerbitan buku itu adalah Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemendikbud. "Kita minta buku ini ditarik oleh pemerintah pusat, provinsi, atau kabupaten/kota," tegasnya.

Ia lalu meminta buku itu direvisi sebelum diberikan lagi ke sekolah. "Bagian-bagian yang tadi disebutkan harus dihilangkan," pinta Iwan.

Menurutnya, buku itu disebar ke semua sekolah tingkat SMA. Di SMAN 9 Bandung tempatnya mengajar misalnya, terdapat sekitar 420 eksemplar buku tersebut yang diterima pada September lalu.

FGII, menurutnya belum melaporkan secara resmi temuan tersebut ke pihak terkait. "Tapi besok saya akan ke Kemendikbud untuk membicarakan soal buku ini. Saya akan mempersoalkan ini," pungkas Iwan.
(zik)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
1 jam yang lalu
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
1 jam yang lalu
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
1 jam yang lalu
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
2 jam yang lalu
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
2 jam yang lalu
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
2 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved