UI Nilai Kasus Sitok Srengenge Masih Panjang
Selasa, 07 Oktober 2014 - 21:41 WIB
UI Nilai Kasus Sitok Srengenge Masih Panjang
A
A
A
DEPOK - Universitas Indonesia menilai kasus dugaan perkosaan yang dilakukan Sastrawan Sitok Srengenge masih panjang.
"Kami nanti akan terus kawal dan di tingkat jaksa tentu nanti ada perbaikan dan lain-lain, kasus ini masih panjang," kata Dekan Fakultas Hukum UI Topo Santoso kepada wartawan di Depok, Selasa (7/10/2014).
Topo menambahkan, pihaknya berharap akan ada titik terang bagi perlindungan korban. Topo berharap, kasus ini bisa sampai ke pengadilan.
"Belum tentu pihak jaksa setuju dengan pendapat dari penyidik, jaksa berikan petunjuk perbaikan berkas. Kami berharap jaksa dapat menggali rasa keadilan korban," ujarnya.
Meski demikian, Topo melanjutkan, kasus ini harus dilihat dari aspek sosiologis dan futuristik. Artinya harus menggunakan penafsiran lebih luas dan menggunakan hukum progesif.
"Kejaksaan akan lebih kuat lagi pasti pada segi yuridisnya dari suatu perkara. Artinya pencarian alat bukti sudah cukup, dan bisa jadi jaksa berpendapat lain, kami akan terus kawal ini, perjalanan masih panjang," pungkasnya.
"Kami nanti akan terus kawal dan di tingkat jaksa tentu nanti ada perbaikan dan lain-lain, kasus ini masih panjang," kata Dekan Fakultas Hukum UI Topo Santoso kepada wartawan di Depok, Selasa (7/10/2014).
Topo menambahkan, pihaknya berharap akan ada titik terang bagi perlindungan korban. Topo berharap, kasus ini bisa sampai ke pengadilan.
"Belum tentu pihak jaksa setuju dengan pendapat dari penyidik, jaksa berikan petunjuk perbaikan berkas. Kami berharap jaksa dapat menggali rasa keadilan korban," ujarnya.
Meski demikian, Topo melanjutkan, kasus ini harus dilihat dari aspek sosiologis dan futuristik. Artinya harus menggunakan penafsiran lebih luas dan menggunakan hukum progesif.
"Kejaksaan akan lebih kuat lagi pasti pada segi yuridisnya dari suatu perkara. Artinya pencarian alat bukti sudah cukup, dan bisa jadi jaksa berpendapat lain, kami akan terus kawal ini, perjalanan masih panjang," pungkasnya.
(mhd)