Satroni Alfamart Blitar, Perampok Berpistol Sikat Rp20 Juta
Jum'at, 03 Oktober 2014 - 20:35 WIB
Satroni Alfamart Blitar, Perampok Berpistol Sikat Rp20 Juta
A
A
A
BLITAR - Alfamart Blitar, di Jalan Raya Kesamben, Desa dan Kecamatan Kesamben, disatroni kawanan perampok berpistol dan bersenjata tajam. Brankas berisi uang tunai Rp20 juta pun habis disikat.
"Pelaku berjumlah dua orang, mengenakan cadar dan helm teropong. Pengakuan penjaga swalayan, dirinya sempat dipukul oleh pelaku," ujar Kasatreskrim Polres Blitar Ajun Komisaris Polisi Lahuri, kepada wartawan, Jumat (3/10/2014).
Peristiwa kejahatan tersebut, terjadi dini hari tadi. Ironisnya, lokasi Alfamart hanya bersebelahan, sekitar 100 meter dari Mapolsek Kesamben.
Ali Mustofa (23), pramuniaga Alfamart asal Desa Olakalen, Kecamatan Selorejo, mengaku dihantam belakang kepalanya dengan gagang senpi jenis FN. Diceritakannya, para pelaku menerobos masuk ketika swalayan hendak ditutup.
"Disertai ancaman, kedua penjahat langsung mengacungkan pistol dan parang. Tanpa mengindahkan darah yang mengucur dari kepala Ali, pelaku merampas tas milik Nensia Agustini (21), rekan Ali yang tengah duduk di kursi kasir," ungkapnya.
Dengan tas yang seluruh isinya dihamburkan ke atas meja kasir, kedua penjahat memasukkan seluruh uang tunai hasil rampokan ke dalamnya.
"Menurut keterangan saksi korban, postur pelaku jangkung dengan tinggi sekitar 170 cm. Sementara rekannya berperawakan gempal, dengan tinggi sekitar 160 cm," ungkap Lahuri.
Diduga, pelaku telah mengetahui CCTV yang terpasang di swalayan dalam keadaan rusak. Hal itu yang membuat aparat kepolisian kesulitan melacak. Usai beraksi, kedua pelaku langsung kabur dengan sepeda motor.
"Sudah tiga minggu CCTV dalam kondisi rusak. Namun melihat modus operandinya, diduga pelaku yang sama pada peristiwa perampokan toko emas di wilayah Kecamatan Gandusari," jelas Lahuri yang terus mengembangkan penyelidikan.
Sementara kedua pramuniaga Alfamart masih dalam kondisi trauma. Di depan petugas mereka hanya mampu menjelaskan kronologis secara terbatas. "Kami masih trauma setelah ditodong dan dipukul dengan popor pistol," tutur Ali.
"Pelaku berjumlah dua orang, mengenakan cadar dan helm teropong. Pengakuan penjaga swalayan, dirinya sempat dipukul oleh pelaku," ujar Kasatreskrim Polres Blitar Ajun Komisaris Polisi Lahuri, kepada wartawan, Jumat (3/10/2014).
Peristiwa kejahatan tersebut, terjadi dini hari tadi. Ironisnya, lokasi Alfamart hanya bersebelahan, sekitar 100 meter dari Mapolsek Kesamben.
Ali Mustofa (23), pramuniaga Alfamart asal Desa Olakalen, Kecamatan Selorejo, mengaku dihantam belakang kepalanya dengan gagang senpi jenis FN. Diceritakannya, para pelaku menerobos masuk ketika swalayan hendak ditutup.
"Disertai ancaman, kedua penjahat langsung mengacungkan pistol dan parang. Tanpa mengindahkan darah yang mengucur dari kepala Ali, pelaku merampas tas milik Nensia Agustini (21), rekan Ali yang tengah duduk di kursi kasir," ungkapnya.
Dengan tas yang seluruh isinya dihamburkan ke atas meja kasir, kedua penjahat memasukkan seluruh uang tunai hasil rampokan ke dalamnya.
"Menurut keterangan saksi korban, postur pelaku jangkung dengan tinggi sekitar 170 cm. Sementara rekannya berperawakan gempal, dengan tinggi sekitar 160 cm," ungkap Lahuri.
Diduga, pelaku telah mengetahui CCTV yang terpasang di swalayan dalam keadaan rusak. Hal itu yang membuat aparat kepolisian kesulitan melacak. Usai beraksi, kedua pelaku langsung kabur dengan sepeda motor.
"Sudah tiga minggu CCTV dalam kondisi rusak. Namun melihat modus operandinya, diduga pelaku yang sama pada peristiwa perampokan toko emas di wilayah Kecamatan Gandusari," jelas Lahuri yang terus mengembangkan penyelidikan.
Sementara kedua pramuniaga Alfamart masih dalam kondisi trauma. Di depan petugas mereka hanya mampu menjelaskan kronologis secara terbatas. "Kami masih trauma setelah ditodong dan dipukul dengan popor pistol," tutur Ali.
(san)