3.000 Pembatik Siap Pecahkan Rekor Muri

Selasa, 30 September 2014 - 16:55 WIB
3.000 Pembatik Siap...
3.000 Pembatik Siap Pecahkan Rekor Muri
A A A
YOGYAKARTA - Sebanyak 3.000 pembatik dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) siap memecahkan rekor muri dengan membatik pada kain sepanjang 3.000 meter di Alun-alun Utara, Yogyakarta, Kamis (2/9) mendatang.

Kegiatan ini digelar untuk menyambut hari batik nasional tahun 2014. Kepala Bidang Industri Logam, Sandang dan Aneka (ILSA) Disperindagkop DIY Paulin MW Napitupulu mengatakan, pemecahan rekor muri ini bertujuan untuk melestarikan batik sebagai salah satu aset budaya Yogyakarta.

Selain itu, kegiatan digelar untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik, menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan masyarakat terhadap budaya dan produk batik, serta mendukung Kota Yogya sebagai kota wisata. “Selain pembatik, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum juga akan ambil bagian,” kata Paulin, Selasa (30/9).

Menurut Paulin, untuk memecahkan rekor muri, membatik akan dilakukan di atas kain mori sepanjang 3.000 meter tanpa putus dengan lebar 40 cm. Kain yang akan digunakan sudah dipola dengan pensil menggunakan pola semen. Karena kain cukup panjang, maka proses membatik dibuat dalam formasi zig-zag.

Dia mengatakan, selain pemecahan rekor muri membatik, pihaknya juga sudah menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangkaian hari batik. Di antaranya pendampingan terhadap 20 IKN, baik dalam desain maupun produksi produk.

Selain itu, pihaknya juga menggelar pameran batik baik di Amplaz maupun Pagelaran Keraton. “Pada pemecahan rekor Muri nanti, juga akan ada pentas seni karawitan dan tari-tarian yang ditampilkan 100 penari kontemporer,” terangnya.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Hendri Suprapto, mengatakan untuk memecahan rekor Muri ini akan menargetkan setiap satu peserta menyelesaikan proses membatik sepanjang satu meter dalam kurun waktu satu jam.

Dia menambahkan, untuk kegiatan Kamis mendatang pihaknya akan kedatangan buyer dari Jepang yang siap membantu memasarkan batik di tingkat global. Hanya saja, pemasaran produk dikhususkan pada batik dengan serat pewarnaan alami.
(lis)
Berita Terkait
Raih Rekor Muri, Waroeng...
Raih Rekor Muri, Waroeng Steak & Shake Jadi Restoran Steak Halal dengan Cabang Terbanyak
Makin Kompak, Dokter...
Makin Kompak, Dokter Reza Gladys dan Attaubah Mufid Kembali Sabet Rekor MURI
Bagikan 9.783 Porsi...
Bagikan 9.783 Porsi Pindang Serani Gratis, Jepara Catatkan Rekor MURI
PIP Makassar Raih MURI...
PIP Makassar Raih MURI Berpakain Navy Blue Terbanyak
Live Streaming 24 Jam...
Live Streaming 24 Jam Non-stop di TikTok, Kredit Pintar Pecahkan Rekor MURI
Penjualan Parfum Terbanyak...
Penjualan Parfum Terbanyak secara Daring dalam Waktu 30 Menit Pecahkan Rekor MURI
Berita Terkini
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
31 menit yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
31 menit yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
1 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
4 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
7 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved