Kota Bogor Ikut Razia Parkir Liar, Puluhan Motor Diangkut
Kamis, 25 September 2014 - 17:25 WIB
Kota Bogor Ikut Razia Parkir Liar, Puluhan Motor Diangkut
A
A
A
BOGOR - Kebijakan razia parkir liar di Ibu Kota diikuti Pemkot Bogor. Puluhan sepeda motor diangkut paksa petugas DLLAJ Kota Bogor.
Puluhan motor yang parkir di pinggir Jalan Empang samping Bogor Trade Mall (BTM), Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, diangkut paksa petugas DLLAJ Kota Bogor.
Kepala Seksi Parkir DLLAJ Kota Bogor, M Yaffies mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum melakukan operasi parkir liar ini.
"Ini sudah lama kita programkan dan sudah disosialisasikan melalui surat dan spanduk," jelasnya disela-sela razia parkir liar, Kamis (25/9/2014) pagi.
Awalnya, kata dia, pihaknya sudah melakukan penyitaan helm dan pengempisan ban pada kendaraan yang terparkir liar, namun tak memberikan efek jera.
"Karena tak juga jera, akhirnya terpaksa kita eksekusi dengan melakukan pengangkutan. Kami berharap ada perangkat hukum yang membuat warga menjadi jera," ujarnya.
Sementara, Febi salah seorang warga yang motornya diangkut petugas, merasa keberatan atas operasi yang dilakukan petugas DLLAJ ini.
Menurutnya, seharusnya pemerintah harus menyediakan lahan parkir khusus, terutama jalan yang dijadikan tempat operasi ini terdapat bangunan sekolah dasar (SD).
"Biasanya yang diparkir di sini kan orang tua yang jemput anaknya. Kalo di parkir di dalem sekolah kan gak boleh, makanya parkir di pinggir jalan. Kami minta agar disediakan parkir khusus," harapnya.
Selain di Jalan Empang, petugas DLLAJ Kota Bogor menggelar razia parkir liar di beberapa titik lainnya yang rawan kemacetan.
Seperti di Jalan Surya Kencana dan Jalan Mayor Oking. Puluhan kendaraan di angkut ke ke kantor DLLAJ Kota Bogor.
Warga yang motornya diangkut bisa mendatangi kantor DLLAJ Kota Bogor dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Puluhan motor yang parkir di pinggir Jalan Empang samping Bogor Trade Mall (BTM), Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, diangkut paksa petugas DLLAJ Kota Bogor.
Kepala Seksi Parkir DLLAJ Kota Bogor, M Yaffies mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum melakukan operasi parkir liar ini.
"Ini sudah lama kita programkan dan sudah disosialisasikan melalui surat dan spanduk," jelasnya disela-sela razia parkir liar, Kamis (25/9/2014) pagi.
Awalnya, kata dia, pihaknya sudah melakukan penyitaan helm dan pengempisan ban pada kendaraan yang terparkir liar, namun tak memberikan efek jera.
"Karena tak juga jera, akhirnya terpaksa kita eksekusi dengan melakukan pengangkutan. Kami berharap ada perangkat hukum yang membuat warga menjadi jera," ujarnya.
Sementara, Febi salah seorang warga yang motornya diangkut petugas, merasa keberatan atas operasi yang dilakukan petugas DLLAJ ini.
Menurutnya, seharusnya pemerintah harus menyediakan lahan parkir khusus, terutama jalan yang dijadikan tempat operasi ini terdapat bangunan sekolah dasar (SD).
"Biasanya yang diparkir di sini kan orang tua yang jemput anaknya. Kalo di parkir di dalem sekolah kan gak boleh, makanya parkir di pinggir jalan. Kami minta agar disediakan parkir khusus," harapnya.
Selain di Jalan Empang, petugas DLLAJ Kota Bogor menggelar razia parkir liar di beberapa titik lainnya yang rawan kemacetan.
Seperti di Jalan Surya Kencana dan Jalan Mayor Oking. Puluhan kendaraan di angkut ke ke kantor DLLAJ Kota Bogor.
Warga yang motornya diangkut bisa mendatangi kantor DLLAJ Kota Bogor dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.
(whb)