Kekeringan, Ratusan Warga Minum Air Sungai

Jum'at, 19 September 2014 - 21:04 WIB
Kekeringan, Ratusan...
Kekeringan, Ratusan Warga Minum Air Sungai
A A A
TULUNGAGUNG - Ratusan warga Desa Pakisaji, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung terpaksa mengkonsumsi air sungai. Sebab sudah dua bulan lamanya sebagian wilayah Kecamatan Tanggunggunung terlanda krisis air bersih.

"Sebab sumur memang sudah mengering. Satu satunya yang masih mengalirkan air hanya sungai yang sebenarnya kualitas airnya tidak begitu bagus, " tutur Istiwani (35) kepada wartawan.

Jumlah warga yang menggantungkan hidup dari air sungai mencapai ratusan kepala keluarga. Bagi beberapa warga yang berkehidupan lebih, kata Istiwani biasanya memilih membeli dari luar daerah.

Namun karena pertimbangan jarak tempuh yang jauh, tidak sedikit yang balik kucing mengantre di pinggir sungai. "Selain untuk MCK, juga digunakan untuk ternak peliharaan, " timpalnya.

Tidak heran, aksi saling berebut pun tak terelakkan saat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengulurkan bantuan air bersih.

Dalam waktu singkat sepuluh ribu liter air bersih yang diangkut dua mobil tanki ludes tak tersisa.

"Kami berharap bantuan air bersih bisa disalurkan dengan rutin, " timpal Sumadi warga lainya.

Berdasarkan data BPBD Tulungagung, ada sepuluh kecamatan di Tulungagung berada dalam zona merah kekeringan.

Bahkan dari Kecamatan Besuki, Campurdarat, Bandung, Pakel, Sendang, Karangrejo, Kalidawir dan Boyolangu, Kecamatan Pucanglaban dan Tanggunggunung benar benar krisis air bersih. "Ini terjadi sekitar dua bulan ini, " ujar Kabid Kedaruratan BPBD Tulungagung Suspriyandi.

Menurut Suspri, karena keterbatasan jumlah kendaraan angkut (mobil tangki), bantuan air bersih dilakukan secara bergiliran.

Menanggapi hal ini anggota DPRD Kabupaten Blitar Adib Makarim mengatakan sudah waktunya Pemkab Tulungagung menjawab permasalahan dengan program pipanisasi. Hal itu mengingat krisis air bersih di musim kemarau terjadi setiap tahun.

"Seingat saya era Bupati Heru Tjahjono pernah ada program pipanisasi. Namun sepertinya tidak berjalan. Karenanya saat ini harus direalisasikan, " ujarnya.
(sms)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Sungai Batanghari Surut...
Sungai Batanghari Surut Akibat Kemarau, Munculkan Pulau Berpasir
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2025, BMKG: Berlangsung Lebih Singkat
September Puncak Musim...
September Puncak Musim Kemarau, Oktober Transisi ke Musim Hujan
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
7 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
7 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
8 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
13 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
14 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
16 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved