Kopertis Wilayah II Akui Banyak PTS Bermasalah

Minggu, 14 September 2014 - 20:28 WIB
Kopertis Wilayah II...
Kopertis Wilayah II Akui Banyak PTS Bermasalah
A A A
PALEMBANG - Kopertis wilayah II mengakui banyak menerima laporan mengenai standar kualitas perguruan tinggi swasta yang bermasalah, diantaranya perbandingan yang tidak ideal antara jumlah mahasiswa dan dosen.
Kepala bagian Administrasi Akademik Kopertis wilayah II, Dedi Kusmayadi mengungkapkan laporan terkait perbandingan yang tidak ideal itu, sudah sering masuk di lembaganya.

Diantaranya, perguruan tinggi swasta baik itu di Palembang, Sumsel, atau wilayah koordinasi Kopertis II, yakni Provinsi Lampung, Bangka-Belitung, dan Bengkulu yang terlalu banyak menerima mahasiswa, namun tidak memenuhi standar yang ditetapkan.
“Jika laporan memang ada. Laporan yang paling banyak masuk seperti perbandingan jumlah mahasiswa dan dosen serta fasilitas pendidikannya,” ungkapnya saat pemilihan duta kopertis wilayah II, Sabtu malam 13 September 2014.
Dia menerangkan, berdasarkan peraturan standar perbandingan antara mahasiswa dan dosen tidak mengalami perubahan.

Pada perkuliahan dengan mata kuliah IPA, satu dosen maksimal mengajarkan 30 mahasiswa dalam aktivitas pembelajaran. Sedangkan untuk mata kuliah IPS, satu dosen diperkenankan mengajar pada 45 mahasiswa.

Peraturan tersebut terkecualikan pada fakultas kedokteran yang diatur berdasarkan akreditasnya. Pada fakultas kedokteran dengan akreditasi B, maksimal memiliki mahasiswa sebanyak 90 orang.

Sedangkan fakultas kedokteran dengan akreditasi C, maka hanya diperbolehkan menerima mahasiswa sebanyak 60 orang.

“Peraturan itu sudah lama dan tidak mengalami berubah, sehingga jika ada kampus swasta yang tidak sesuai dari itu, tentu tidak ideal dan bermasalah,” ujar dia.
Ia mengatakan, untuk saat ini, jumlah mahasiswa yang terdata sesuai dengan data resmi Dikti dan Kopertis wilayah II, terdapat sekitar 120.000 mahasiswa yang tersebar di 208 perguruan tinggi swasta di empat provinsi di Sumatera.

Dari jumlah itu, belum termasuk jumlah siswa yang mendaftar pada tahun ajaran 2014. Namun, Kopertis mencatat, sampai dengan awal September lalu tidak terdapat fakultas atau program studi yang baru sehingga mengakibatkan tambahan mahasiswa baru yang terlalu tinggi pada perguruan swasta.
“Nanti di Oktober, baru dapat diketahui data mahasiswa baru. Proses pelaporan dilakukan maksimal enam bulan setelah aktivitas perkuliahan. Sekerang belum bisa tahu,” katanya.
Dedi mengklaim, pihaknya akan terus melakukan proses pengawasan dan pembinaan terhadap perguruan tinggi. Jika terdapat laporan yang tidak ideal tadi, Kopertis mengimbau agar instansi pendidikan melakukan pembenahan kualitas fasilitasnya, terutama dosen.

Sekarang, setiap instansi perguruan tinggi meski melakukan pelaporan mahasiswa pada pangkalan dara pendidikan tinggi, Dirjen Dikti Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan,
“Dari pangkalan data inilah, diketahui jumlah mahasiswa sekarang dan profil PTS termasuk dosen-dosennya,” ungkap dia.
(sms)
Berita Terkait
Berikan Kesempatan Mahasiswa...
Berikan Kesempatan Mahasiswa Bekerja di Luar Negeri, USNI Gandeng YOU-I Japan
Perguruan Tinggi Vokasi...
Perguruan Tinggi Vokasi Bukan Perguruan Tinggi Kelas Dua
Aksi Dosen dari 35 PTN...
Aksi Dosen dari 35 PTN Baru Tuntut Status Kepegawaian
Majukan Industri Logistik,...
Majukan Industri Logistik, TIKI Gandeng Perguruan Tinggi
Program Beasiswa Perguruan...
Program Beasiswa Perguruan Tinggi untuk Industri Otomasi
3 Status Perguruan Tinggi...
3 Status Perguruan Tinggi dan Penjelasannya
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
6 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
6 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
6 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
6 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
8 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
10 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved