Stok Obat di Puskesmas Habis, Pasien Kelimpungan

Sabtu, 13 September 2014 - 20:25 WIB
Stok Obat di Puskesmas...
Stok Obat di Puskesmas Habis, Pasien Kelimpungan
A A A
SAMPANG - Sejumlah pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kehabisan stok obat.

Akibatnya, para pasien yang berobat ke sana kelimpungan. Bahkan, ada pasien yang sampai pulang.

Kondisi ini seperti yang terjadi di Puskesmas Kedungdung dan Banyuanyar. Dimana salah seorang pasien di Puskesmas Kedungdung terpaksa pulang karena stok obat katarak kehabisan.

Begitu juga dengan di Puskesmas Banyuanyar. Seorang keluarga pasien harus balik lagi lantaran vaksin untuk imunisasi anaknya di puskesmas itu kehabisan stok.

Tentu kondisi tersebut membuat masyarakat resah dan kecewa terhadap pelayanan puskesmas. Pasalnya, untuk vaksin imunisasi dan obat katarak saja kehabisan stok. Seharusnya hal tersebut tidak boleh sampai terjadi.

Sebelum obat habis, petugas harus mendatangkan obat-obatan yang hampir habis. Supaya puskesmas tidak kehabisan stok obat. Jika sudah begitu, pelayanan kesehatan terhadap masyarakat bisa maksimal dan tidak membuat pasien kecewa.

"Tiga hari keluarga saya menginap di Puskesmas Kedungdung, tetapi ketika melakukan persiapan untuk pengobatan katarak, malah obatnya tidak ada. Terpaksa pasien kami bawa pulang," terang Andri warga Omben, Sabtu (13/9/2014).

Hal yang sama juga dialami Silvi. Dia membawa anaknya ke Puskesmas Banyuanyar untuk memberikan imunisasi. Namun, vaksin untuk imunisasi stoknya habis di puskesmas.

"Saya sudah dua kali begitu, akhirnya saya pergi ke puskesmas yang lain, jauh dari rumah. Seandainya vaksin imunisasi di Puskesmas Banyuanyar ada, tentu saya tidak perlu pergi ke yang lain," ucap warga Perum Permata Indah Kelurahan Banyuanyar itu.

Terpisah, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, M Rachman Hidayat, membantah jika stok obat-obatan pada sejumlah puskesmas kosong.

Dia memastikan persediaan obat-obatan di puskesmas cukup dan aman.

"Pembelian obat sudah disesuaikan dengan rencana kebutuhan obat (RKO) yang dilakukan setiap tahun. Jadi masyarakat jangan khawatir akan kehabisan stok obat, karena persediaan obat masih aman," pungkas Rachman.
(ilo)
Berita Terkait
SMC RS Telogorejo Semarang...
SMC RS Telogorejo Semarang Luncurkan 3 Inovasi Pelayanan Kesehatan
Kehadiran dan Ketersediaan...
Kehadiran dan Ketersediaan Layanan Kesehatan Dinilai Penting
Jabat Ketua PW IAMARSI,...
Jabat Ketua PW IAMARSI, Willi Putra Siap Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Momentum Benahi Pelayanan...
Momentum Benahi Pelayanan Kesehatan
Beroperasi, Klinik Nuhrintama...
Beroperasi, Klinik Nuhrintama Diharap Tunjang Pelayanan Kesehatan di Gowa
Mudahkan Pengguna, SehatQ...
Mudahkan Pengguna, SehatQ Layani Pemesanan Obat Secara Online
Berita Terkini
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
20 menit yang lalu
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
46 menit yang lalu
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
46 menit yang lalu
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
1 jam yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
1 jam yang lalu
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved