Dituduh Rusak Rumah Tangga, 2 Pemuda Babak Belur
Jum'at, 05 September 2014 - 15:32 WIB
Dituduh Rusak Rumah Tangga, 2 Pemuda Babak Belur
A
A
A
JAKARTA - Dua warga Depok jadi korban penganiayaan di area Terminal Depok, Jawa Barat, dini hari tadi. Yonan Wibawa (38), dan Ahmad Fauzi (32) dituduh merusak rumah tangga Maya.
Keduanya babak belur dihajar lebih dari tiga orang menggunakan batu dan botol. Padahal, kata Yohan, dirinya tidak mengetahui apa masalahnya.
"Saya dan Fauzi dituduh merusak rumah tangga Maya dan suaminya. Padahal saya tidak tahu apa-apa. Saya dipukul pakai botol dan batako," kata Yohan di Depok, Jumat (5/9/2014).
Kemudian Yohan menjelaskan kedatangannya ke terminal itu, saat itu dirinya ditelpon bosnya, kalau Fauzi mengalami kecelakaan di terminal Depok. Kemudian, dirinya langsung menuju terminal tersebut.
Namun nahas, bukan menemukan Fauzi yang terluka akibat kecelakaan, tapi Yohan langsung dipukuli orang sejumlah pemuda yang sebelumnya sudah memukuli Fauzi.
"Malam itu saya datang ke Terminal Depok karena ditelpon bos saya, katanya Fauzi kecelakaan dan kritis. Tahunya saya dipukuli," tambahnya.
Yohan mengatakan, kasus ini bermula lantaran Fauzi membeli ponsel dari temannya. Kemudian Fauzi melakukan komunikasi dengan salah satu nama nomor yang ada di ponsel itu.
Komunikasi itu melalui pesan singkat yang diduga mesra kepada Maya, tak terima membaca pesan singkat tersebut. Suami Maya beserta teman-temannya kemudian mengeroyok Fauzi dan Yohan.
"Sebenarnya saya enggak ada hubungannya. Tapi karena Fauzi beli HP dari saya, saya juga kena. Nah di HP bekas yang saya jual mungkin ada nomor phone book yang belum dihapus. Kemudian Fauzi SMS ke Maya mengajak kenalan dan ketemuan di Ramayana depan Terminal Depok," paparnya.
Yohan mencoba menjelaskan kepada suami Maya, kalau Fauzi tidak ada hubungan dengan istrinya. Namun, penjelasan itu diacuhkan dan tetap memukulinya.
"Sudah saya jelaskan posisi saya, tapi mereka tetap pukul saya. Kalau saya dikeroyok empat orang, kepala saya dipukul dengan konblok, sedangkan Fauzi dikeroyok puluhan orang," katanya.
Tidak hanya itu, kata Yohan, dirinya beserta Fauzi juga sempat dimintai uang sebesar Rp10 juta. Karena tidak memiliki uang, mereka malah mengambil uang yang ada di dompet kedua pemuda itu.
"Tak hanya menganiaya, mereka juga mengambil uang dari dompet Fauzi dan saya. Sebelumnya malah minta uang Rp10 juta kemudian turun Rp5 juta. Alasan mereka minta uang karena tak terima dilecehkan oleh Fauzi," tutupnya.
Keduanya babak belur dihajar lebih dari tiga orang menggunakan batu dan botol. Padahal, kata Yohan, dirinya tidak mengetahui apa masalahnya.
"Saya dan Fauzi dituduh merusak rumah tangga Maya dan suaminya. Padahal saya tidak tahu apa-apa. Saya dipukul pakai botol dan batako," kata Yohan di Depok, Jumat (5/9/2014).
Kemudian Yohan menjelaskan kedatangannya ke terminal itu, saat itu dirinya ditelpon bosnya, kalau Fauzi mengalami kecelakaan di terminal Depok. Kemudian, dirinya langsung menuju terminal tersebut.
Namun nahas, bukan menemukan Fauzi yang terluka akibat kecelakaan, tapi Yohan langsung dipukuli orang sejumlah pemuda yang sebelumnya sudah memukuli Fauzi.
"Malam itu saya datang ke Terminal Depok karena ditelpon bos saya, katanya Fauzi kecelakaan dan kritis. Tahunya saya dipukuli," tambahnya.
Yohan mengatakan, kasus ini bermula lantaran Fauzi membeli ponsel dari temannya. Kemudian Fauzi melakukan komunikasi dengan salah satu nama nomor yang ada di ponsel itu.
Komunikasi itu melalui pesan singkat yang diduga mesra kepada Maya, tak terima membaca pesan singkat tersebut. Suami Maya beserta teman-temannya kemudian mengeroyok Fauzi dan Yohan.
"Sebenarnya saya enggak ada hubungannya. Tapi karena Fauzi beli HP dari saya, saya juga kena. Nah di HP bekas yang saya jual mungkin ada nomor phone book yang belum dihapus. Kemudian Fauzi SMS ke Maya mengajak kenalan dan ketemuan di Ramayana depan Terminal Depok," paparnya.
Yohan mencoba menjelaskan kepada suami Maya, kalau Fauzi tidak ada hubungan dengan istrinya. Namun, penjelasan itu diacuhkan dan tetap memukulinya.
"Sudah saya jelaskan posisi saya, tapi mereka tetap pukul saya. Kalau saya dikeroyok empat orang, kepala saya dipukul dengan konblok, sedangkan Fauzi dikeroyok puluhan orang," katanya.
Tidak hanya itu, kata Yohan, dirinya beserta Fauzi juga sempat dimintai uang sebesar Rp10 juta. Karena tidak memiliki uang, mereka malah mengambil uang yang ada di dompet kedua pemuda itu.
"Tak hanya menganiaya, mereka juga mengambil uang dari dompet Fauzi dan saya. Sebelumnya malah minta uang Rp10 juta kemudian turun Rp5 juta. Alasan mereka minta uang karena tak terima dilecehkan oleh Fauzi," tutupnya.
(mhd)